INILAH.COM, Jakarta - Minimnya pemimpin muda dirasakan betul HIPMI. Guna menyiasati hal tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini menggandeng Lemhanas dengan mengadakan pelatihan guna mencetak pemimpin muda.
"Dengan adanya pelatihan semacam ini, HIPMI diharapkan menjadi organisasi yang mencetak pemimpin yang berkomitmen, tangguh dan berjiwa kenegarawan guna Indonesia yang lebih maju di tengah pergaulan internasional," tutur Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa di hadapan para peserta pelatihan kepemimpinan, Lemhanas, Jakarta, Selasa (9/2).
Pelatihan kepemimpinan tersebut akan dilakukan pada 8-11 Februari mendatang di Lemhanas, dengan jumlah peserta sebanyak 101 orang. Mereka semua merupakan perwakilan dari tiap-tiap daerah yang ada di Indonesia.
Pelatihan tersebut, menurutu Erwin, merupakan mekanisme berorganiasi untuk menjaring pemimpin-pemimpin baru yang sifatnya terseleksi secara natural dan bervisi ke Indonesia secara terpadu dan konsisten.
Pemikiran yang sama juga diungkapkan salah satu senior dan sekaligus pendiri HIPMI Abdul Latif. "Pada masa kepemimpinan Erwin Aksa, akselarinya cukup cepat dan proses kaderisasi telah di mulai dengan baik. Sehingga HIPMI dapat menjadi garda terdepan perekenomian negara ini," tuturnya.
Sementara Gubernur Lemhanas Muladi mengatakan, indeks kepemimpinan nasional saat ini belum sesuai harapan. Untuk itu, organisasi kepemudaan seperti HIPMI diharapkan mempersiapkan kadernya, sehingga bisa menjadi pemimpin bangsa yang akuntabel.
Masalah moralitas, punya social responsibility, dan ekspertise yang tinggi. Ini yang harus disiapkan ke depan," imbuhnya.
Indonesia, lanjut mantan Menteri Kehakiman ini, akan sulit berkompetisi di tingkat global jika pola kepemimpinan masih terjebak pada isu premodialisme. "Tidak saatnya lagi isu Jawa non Jawa, golongan A dan B menjadi kriteria kepemimpinan. Yang ada harusnya adalah siapa yang profesional dan ahli dia yang memimpin," tutur Muladi.
Sedangkan Ketua BPD (Badan Pengurus Daerah) Propinsi Jambi, Kemas Alfarizi, menyambut baik langkah yang dilakukan anak mantan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud tersebut. Karena, yang dilakukan Erwin Aksa merupakan terobosan dalam tradisi berorganisasi.
"Dan untuk itu kami harapkan munculnya pemimpin-pemimpin baru yang beranjak dari daerah khususnya Sumatra. Karena tentunya kami anak daerah tak kalah profesional dengan mereka yang ada di pulau Jawa khususnya dalam mengelola organisasi," tandas Kemas. [jib]