Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Akhirnya, Krakatau Boleh Melantai
Headline
Inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Bastaman
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 17:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Setelah tertunda cukup lama, DPR akhirnya menyalakan lampu hijau buat PT Krakatau Steel. Para wakil rakyat di Komisi VI DPR mempersilahkan pabrik baja itu untuk mencari dana dari pasar modal lewat penawaran saham perdana (IPO).
Kabarnya, Krakatau berencana melepas 30% sahamnya kepada publik pada kuartal IV 2010. Dari hasil penjualan saham itu, Krakatau berharap bisa dihimpun dana segar US$400 juta atau sekitar Rp3,7 triliun lebih.
Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 2 juta ton saat ini menjadi 2,9 juta ton per tahun. Ke depan, perseroan berniat meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 10 juta ton, kata sebuah sumber.
Sebelumnya DPR mementang penjualan saham Krakatau. Alasannya, selain strategis, kinerja BUMN ini juga cukup baik dan produser baja terbesar di Tanah Air. Karena itu, DPR meminta pemerintah untuk mempertahankan Krakatau.
Sejak zaman dulu, industri baja sangat strategis. Karena itu, pemerintah tak boleh menjual saham Krakatau Steel hanya untuk mendapatkan uang, kata Didik J Rachbini, mantan anggota DPR. Manajemen Krakatau sendiri sebelumnya hanya berniat melakukan IPO atas anak perusahaannya, bukan Krakatau.
Krakatau saat ini memiliki 10 anak perusahaan terintegrasi, termasuk PT Latinusa (produsen tin plate) dan PT KHI (produsen spiral ERW). Latinusa dan KHI itulah yang akan diprivatisasi. Latinusa akan menempuh skema strategic partner, lewat penjualan saham baru dan PT KHI akan masuk bursa (IPO).
Lewat dana hasil IPO anak usahanya itu, Krakatau berniat mengembangkan diri. Tapi pemerintah, sebagai pemilik Krakatau, justru ingin melakukan privatisasi. Dihadapkan pada kehendak sang pemilik, manajemen tak bisa berbuat banyak.
Toh, IPO masih lebih baik ketimbang dijual gelondongan. Untuk menangani rencana itu, saat ini Krakatau telah menunjuk Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
adjis
Rabu, 10 Februari 2010 | 02:09 WIB
Sebaiknya DPR meninjau kembali keputusannya memberi ijin PT Krakatau steel melantai dibursa, karena jangan2 nanti bernasib sama seperti anak usahanya yg sahamnya tersungkur sejak hari pertama melantai dibursa tanpa mampu bangun lagi, dan menjadi saham tidur dibursa yg tentunya malah merugikan masyarakat sebagai investor.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.