INILAH.COM, Jakarta Penguatan di pasar saham berpengaruh positif di pasar valas. Upaya Spanyol menurunkan angka defisit fiskal hingga 35% memicu penguatan euro. Rupiah pun ikut terangkat.Kurs rupiah

di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (9/2) ditutup menguat 15 poin (0,159%) terhadap dolar AS menjadi 9.375/9.380, ketimbang posisi kemarin di level 9.390/9.395. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan menguat 32,5 poin (0,34%) menjadi 9.372 per dolar AS.
Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan tipis rupiah hari ini dipicu pelemahan dolar AS terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). Karena itu, rupiah menguat ke level 9.375. Bahkan level terkuatnya hari ini sempat mencapai level 9.360, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (9/2).
Menurutnya, koreksi dolar AS dipicu berita positif dari Menteri Perekonomian Spanyol, Jos Manuel Campa yang mengumumkan rencana anggaran baru. Spanyol disebutkan akan menurunkan defisit hingga 35% pada 2010 ketimbang tahun lalu.
Pasar sebelumnya mengkhawatirkan krisis Yunani bisa berdampak sistemik ke Portugal, Irlandia, dan Spanyol. Namun, berita terbaru ini diperkirakan mampu menekan dampak negatif krisis. Karena itu, krisis di Eropa dipersepsikan masih terkendali, paparnya.
Rupiah saat ini masih berada dalam tren konsolidasi akibat minimnya sentimen positif perekonomian. Mata uang lokal ini pun sepanjang perdagangan sempat melemah ke level 9.487 per dolar AS. Selain itu, dolar AS pun sebenarnya masih kuat terhadap mata uang dunia, didorong
capital outflow di pasar saham. Isu
sovereign di Eropa telah membuat pasar panik, katanya.
Dolar AS terhadap mata uang utama pun masih berada dalam posisi penguatan kecuali terhadap euro yang mengalami koreksi tipis. Dolar melemah terhadap mata uang uni Eropa ke level 1,3730. Tapi, terhadap poundsterling masih kuat di level 1,5590, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.132 terhadap dolar Australia, di posisi 12.841 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di angka 6.605 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya empat mata uang yang melemah. Yen Jepang turun 0,47% menjadi 89.690, dolar Australia melandai 0,95% ke level 0.873, dolar New Zealand terdepresiasi 1,19% ke angka 0.691, dan yuan China terkoreksi 0,01% terhadap dolar AS ke posisi 6.827.
Selebihnya, mata uang kawasan menguat. Dolar Hong Kong naik 0,01% menjadi 7.769, dolar Singapura terangkat 0,34% ke level 1.419, dolar Taiwan terapresiasi 0,23% ke angka 32.076, won Korsel terdongkrak 0,69% ke posisi 1.163, peso Filipina menanjak 0,42% menjadi 46.390, rupee India merambat naik 0,34% ke level 46.650, ringgit Malaysia bangkit 0,11% ke angka 3.436, dan baht Thailand menguat 0,18% ke posisi 33.180 per dolar AS.[ast/mdr]