INILAH.COM, Jakarta - Data yang dilaporkan oleh BPK kepada Pansus Hak Angket Century hampir seluruhnya benar. Jika masih ada yang meragukan data itu, menurut ekonom senior Kwik Kian Gie, maka mereka adalah orang mendapat tekanan.
"Karena narasumbernya tertulis dan berasal dari badan resmi semua," ujarnya kepada wartawan di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (9/2).
Kwik juga setuju dengan pandangan PKS yang menyatakan tingkat kesalahan Boediono sebesar 80 persen. "Saya cenderung sepakat dengan PKS yang menyatakan tingkat kesalahan Boediono mencapai 80 persen," tegasnya.
Ia berpendapat, yang lebih bertanggung jawab terhadap penggelontoran bailout Rp 6,7 triliun ke Bank Century adalah Wakil Presiden Boediono yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur B ketimbang Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang ketika itu sebgai Ketua KKSK.
Menurut Kwik, walaupun Sri Mulyani sebagai ketua KSSK, sepanjang rapat ia selalu ragu-ragu dan memberikan statemen singkat "Secara de facto Boediono paling bertanggung jawab, tapi tetap saja Sri Mulyani yang menandatangani. Maka keduanya tetap harus bertanggung jawab," pungkasnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !