INILAH.COM, Tokyo - Bursa Asia menghembuskan napas lega setelah spekulasi pejabat Eropa membantu defisit anggaran Yunani. Indeks MSCI Asia Pasifik pun terangkat 0,3% pada penutupan Selasa (9/2).
Indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) naik tipis 0,3% ke 114,49 dengan rasio lima saham naik untuk setiap empat yang turun. Selama tiga hari terakhir, MSCI turun 3,7%. Sejak mencapai angka tertingginya selama 17 bulan terakhir pada 15 Januari lalu, indeks ini anjlok 9,7%.
Salah satu penyebabnya adalah spekulasi kebijakan pengetatan likuiditas perbankan. Selain perjuangan sejumlah negara Eropa seperti Yunani, Spanyol, dan Portugal dalam mengatasi defisit anggarannya.
MSCI APAC pekan lalu turun untuk tiga pekan berturut-turut, akibat peningkatan klaim pengangguran AS yang di luar ekspektasi dan kekhawatiran masalah utang Eropa yang memukul kepercayaan konsumen. Harga saham rata-rata di bursa Asia pun anjlok hingga 18 kali estimasi pendapatan, level terendah sejak Februari 2009. Tahun lalu, indeks ini naik 34% terbantu pertumbuhan ekonomi China yang menopang pemulihan krisis global.
Fund Manager di Shinhan BNP Paribas Asset Management Co., Chu Moon Sung mengatakan, kepercayaan konsumen mulai pulih, setelah ada indikasi tindakan untuk mencegah defisit anggaran Yunani terjun semakin dalam. "Investor sepertinya mencari saham yang menjadi murah, setelah kepanikan isu Yunani," katanya kepada Bloomberg, Selasa (9/2).
Presiden European Central Bank (ECB) Jean-Claude Trichet meninggalkan pertemuan kalangan perbankan sentral yang digelar di Sydney, sehari lebih awal. Sikapnya ini menimbulkan spekulasi bahwa perbankan Eropa akan membuat kebijakan untuk membantu Yunani meringankan defisit anggaran mereka.
Saham teknologi dan energi memimpin kenaikan di bursa Asia. Saham AU Optronics Corp. yang pembuat flat panel terbesar ketiga di dunia dan Quanta Computer Inc., produsen laptop terbesar kedua dunia, naik lebih dari 3% di bursa Taipei setelah penjualan kedua perusahaan itu naik bulan lalu. Pengeksplorasi minyak lepas pantai terbesar China, Cnooc Ltd., naik 3,5% setelah partner perusahaan tersebut menemukan area eksplorasi baru di Laut China Selatan.
Selain itu, saham perusahaan peralatan rumah tangga Jepang, Rinnai Corp. juga meroket hingga 7,2% setelah menaikkan estimasi keuntungan tahun ini. Pembuat alat bantu dengar terlaris di dunia, Cochlear Ltd., naik 3,5% di bursa Australia.
Sedangkan penurunan dipimpin oleh perusahaan farmasi, yang pada sempat mencatatkan performa terbaik pertama di indeks MSCI. Seperti Takeda Pharmaceutical dan Dainippon Sumimoto Pharma Co. yang sama-sama turun 2,6%. Saham-saham defensif ini jatuh karena estimase pendapatan yang terpangkas akibat pengaruh krisis global yang memang baru berdampak.
Emiten yang juga mencatatkan jatuh terdalam di MSCI hari ini adalah perusahaan China, Zhingwang yang terhempas 27%. Setelah disuspensi bulan lalu, Ernst & Young mengeluarkan pernyataan tak ditemukan adanya defisiensi.
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 239,39 poin (1,2%) ke level 19.790,28, dipimpin sektor perbankan dan properti. Penguatan ini mengakhiri selloff (penjualan besar-besaran) tiga hari. Investor menutup posisi pendek mereka setelah beberapa hari penurunan, ujar anajer investasi Tanrich Securities, Jackson Wong.
Saham perbankan China daratan yang terdaftar di Hong Kong melonjak akibat faktor teknikal.
Bank of China naik 2,8%, Bank of Communications naik 2,2% , dan Industrial & Commercial Bank of China naik 2.0%.
Pengembang properti juga menguat tajam, menyusul berita bahwa Kerry Properties menjual 65% proyek perumahan mewah selama akhir pekan. Saham Sino Land naik 5,0%, Hang Lung Properties naik 4,2% dan Kerry Properties naik 2,7%. Demikian pula saham pengecer Esprit Holdings melesat 5,1%.
Sedangkan bursa China naik dipicu bargain hunting di bank dan permintaan yang kuat pada operator jalan tol untuk mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas menjelang hari libur Tahun Baru Imlek. Indeks Shanghai naik 13,67 poin (0,5%) ke 2.948,84.
Saham perbankan memimpin keuntungan, dimana ICBC naik 0,6% dan Bank of Communications naik 0,6%. Demikian pula saham perusahaan operator jalan tol Shandong Expressway yang naik 7,5%, dan Fujian Expressway Development naik 4%.
Indeks Kospi naik 17.70 poin (1.1%) ke level 1.570.49, menghapus penurunan 4% dalam dua hari terakhir. Sektor perbankan dan Kumho Asiana Group menjadi pemimpin kenaikan di tengah berita bahwa proses restrukturisasi Kumho kembali pada lajurnya.
KB Financial Group naik 5.3%, Shinhan Financial Group naik 4.2% , Woori Finance Holdings naik 2.3%. Sedangkan Kumho units, yaitu Kumho Industrial, Kumho Tire dan Kumho Petrochemical naik 15%. Beberapa saham teknologi juga mengalami kenaikan dengan Samsung Electronics naik 1.7%, LG Display naik 1.9% dan Hynix Semiconductor naik 4.4% . [ast/mdr]