INILAH.COM, Jakarta - Marieta Nova Traiani (14) berkanalan dengan Febriari (18) di situs jejaring sosial facebook. Dari situlah akhirnya Ari merenggut keperawanan Nova. Inilah sisi negatif dari jejraing sosial yang mulai marak di Indonesia.
Hal itu diungkapkan anggota Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi. Ia mengatakan, sebuah renungan sehubungan hari jadi insan pers Indonesia adalah dengan memulai mengangkat kasus kejahatan dunia siber (cyber world), terkait dengan prostitusi melalui dunia maya.
"Yang terbaru, masyarakat kembali dihebohkan oleh kasus hilangnya Marieta Nova Triani, gadis belia berumur 14 tahun di rumah keluarganya di kawasan Bumi Serpong Damai. Tersiar kabar, gadis yang akrab disapa Nova dalam jejaring pertemanan facebook ini, diculik atau dibawa kabur oleh teman lelakinya," katanya di Jakarta, Rabu (10/2).
Lalu, sambung dia, status Nova yang bertuliskan 'married' dengan Arie menyebar pemahaman, sosok laki-laki ini bukan sekedar teman, namun sudah selayaknya suami-istri.
"Persoalan menjadi rumit, sebab kedua orang tua Nova tak mengetahui hubungan itu," tuturnya lagi.
Karenanya, Fayakhun berpendapat, fenomena cyber world yang mewabah kurang lebih sejak satu dasawarsa lalu ini, tidak hanya menghadirkan sisi positif, tapi juga negatif.
"Paling tidak, jika kita merujuk pada beberapa kasus yang terjadi belakangan ini. Tegasnya, teknologi informasi (TI) ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia memberi manfaat dengan mendukung pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain, menciptakan jaringan dan hubungan yang memungkinkan pesan-pesan negatif diterima dan diakses tanpa filter," jelasnya. [*/mut]