INILAH.COM, Jakarta - Sebuah perseroan terbatas berinisial AJP, dipertanyakan. PPP 'mencium bau tak sedap' dibalik sumbangan sekitar 1,4 miliar, yang disumbang perusahaan tersebut.
Anggota Pansus Angket Bank Century, Roma Hurmuzy mengatakan, PT AJP mengambil duitnya sendiri di Bank Century dalam periode penyertaan modal sementara (PMS).
Dalam PMS periode keempat, PT AJP menarik uangnya sekitar 4 miliar antara 9 Desember sampai 3 Februari 2009. Setelah itu, PT AJP mengambil 10 miliar antara 4 Februari-23 Juli 2009.
Romi sapaan akrab Romahurmuzy mengatakan, PT AJP ini menyumbang kepada salah satu tim kampanye nasional pasangan capres-cawapres di Pilpres 2009. Tanggal 25 Juni, PT AJP memberikan 600 dan 850 juta.
"Sebenarnya itu sah-sah saja. Kalau mengambil duit sendiri di Bank Century dan disumbangkan boleh saja," ujar Wasekjen PPP ini.
Namun, ujar Romi, donor tersebut menimbulkan spekulatif dengan sebuah motif. Perlu diingat, tabungan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya untuk di bawah 2 miliar.
"Kita harus tahu berapa total uang PT AJP. Uang yang di bawah 2 miliar yang dijamin. Kalau ternyata ada komunikasi supaya diselamatkan, nanti aku (PT AJP) nyumbang deh misalnya," imbuhnya.
Romi menegaskan kecurigaan ini berdasarkan laporan dari masyarakat juga. Pansus Angket Bank Century mempunyai tugas untuk mengklarifikasi. "Tidak benar, bisa di-bailout asalkan ikut menyumbang," pungkasnya. [bar]