INILAH.COM, Jakarta - Seorang aktivis Yahudi menilai Facebook tidak seperti jargonnya yang menjadi penghubung. Akunnya ditutup karena menyerukan perlawanan terhadap diskriminasi.
Pria yang menggunakan nama palsu David Appletree itu dengan alasan keamanan tidak mau mengungkapkan keberadaannya.
Dia mengatakan Facebook menolaknya pada bulan September, merujuk pada aturan perusahaan yang melarang penggunaan identitas palsu. Tapi Appletree menilai alasan sebenarnya adalah diskriminasi terhadap halaman Satuan Pertahanan Terhadap Internet Yahudi (JIDF).
Appletree mengatakan dia memulai situ situ pada 2008 yang mempublikasikan temuan obyektif dari situs media sosial semacam Facebook, Twitter dan MySpace. Dia dan pengikutnya mencari adanya isu anti-Yahudi, anti-Israel dan posting terorisme dan kemudian mengajak ribuan pendukungnya untuk melakukan protes terhadap administrator halaman tersebut. Tujuanya adalah untuk menghapuskan posting tersebut.
Meskipun halaman JIDF masih ada di Facebook, Appletree mengatakan bahwa Facebook tidak lagi menerimanya karena dia menggunakan bukan nama aslinya.
Mereka menuliskan kepada saya lewat email, saya menggunakan nama palsu dan hal tersebut tidak diperbolehkan, ujar Appletree.
Mereka secara proaktif dengan subyektif menerapkan peraturan khusus terhadap saya karena mereka tidak suka dengan apa yang saya lakukan. Sungguh sebuah kebohongan.
Seorang juru bicara Facebook Simon Axten tanpa merujuk secara spesifik ke Appletree mengatakan perusahaan menonaktifkan akun orang yang menggunakan nama palsu atau mengoperasikan Facebook dengan identitas palsu.
Facebook juga menolak konten yang memasukkan pornografi, pelecehan, kata-kata kebencian dan ancaman kekerasan potensial.
Tujuan dari kebijakan ini adalah menciptakan akuntabilitas dan menyeimbangkan kebebasan pada orang untuk mengekspresikan diri dan juga menyediakan keamanan dan lingkungan yang terpercaya, ujar Axten.
Appletree juga menyalahkan Facebook untuk posting obyektif di halaman grup semacam Seberapa Banyak Orang Mencintai Israel?.
Appletree mengatakan ketika dia mengkomplain kepada Facebook tentang posting yang menyudutkan Yahudi, dan akan ditutup dalam 24 jam kemudian namun ternyata posting dan halaman tersebut masih ada.
Appletree mengatakan dia tidak akan menyerah. Dia masih dapat menyebarkan informasi tentang posting kebencian di situsnya sendiri.
Saya masih memonitor segalanya dan kami memposting material yang problematik, tambahnya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !