INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) per kapita pada 2009 mencapai Rp24,3 juta (US$2.590,1).
Angka tersebut naik dibanding 2008 yaitu sebesar Rp21,7 juta (US$2.269,9).
Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Slamet Sutomo, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (10/2).
Sementara PDB dari sisi spasial, Pulau Jawa menyumbang angka tertinggi sebesar 57,6%, Sumatera 23,5%, Kalimantan 9,5%, Sulawesi 4,6%, dan provinsi lain 4,8%. "Untuk itu ada meningkatkan peran-peran provinsi dalam menyumbang PDB masa mendatang. Masa dari Jawa melulu," ujarnya.
Berdasarkan perbandingan propinsi-propinsi di Indonesia, 3 propinsi penyumbang terbesar PDB adalah DKI Jakarta 16,6%, Jawa Timur 14,7%, dan Jawa Barat 14,4%.
Dan pada sisi Produk Nasional Bruto (PNB) per kapita juga mengalami kenaikan dari Rp20,9 juta pada 2008 menjadi Rp23,4 juta pada 2009, atau naik 14,2%. Sebagai informasi, PDB pada 2009 mencapai 4,5%. Namun secara kuartal, mencapai minus 2,4% untuk kuartal IV. [mre/cms]