Senin, 28 Mei 2012 | 18:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Golkar Konsisten Soal Kasus Century
Ical Siap Ditembak Mati
Headline
Inilah.com /Wirasatria
Oleh: R Ferdian Andi R
web - Rabu, 10 Februari 2010 | 15:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kasus pajak yang melilit Grup Bakrie dan ancaman reshuffle kabinet tak bakal membuat goyah pendirian Partai Golkar, termasuk Ketua Umum Aburizal Bakrie, dalam kesimpulan akhir Partai Golkar terhadap kasus Bank Century pada 2 Maret 2010.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie di ruang Fraksi Partai Golkar DPR RI, Rabu (10/2).
Menurut Ical, demikian ia sering disapa, Partai Golkar tidak pernah mundur dari pendapat awal. Partai Golkar menginginkan pemerintahan terlaksana dengan bersih. Koalisi itu mengingatkan teman yang salah. Sikap ini akan terus dibawa oleh fraksi ke depan. Kita akan konsisten tidak akan mengubah sikap, tegasnya.
Terkait isu mutakhir yang melilit Gurp Bakrie terkait tunggakan pajak Rp 2,1 triliun apakah hal tersbeut bagaian dari ancaman kepada Partai Golkar, Ical menegaskan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan urusan Partai Golkar. Harus dibedakan antara urusan pribadi, perusahaan, dan partai politik.
"Apapun yang dilakukan, ancaman ditembak mati pun Partai Golkar tidak akan pernah gentar, tegasnya
Adapun soal ancaman reshuffle kabinet yang disuarakan oleh Partai Demokrat, Ical menegaskan Partai Golkar tidak pernah berkoalisi dengan Partai Demokrat melainkan berkoalisi dengan Presiden RI. Jadi kedudukannya sama, tidak ada perbedaan hubungannya dengan Presiden. Partai Demokrat tidak benar mengusulkan, PD bukan presiden tetapi membuat koalisi dengan Presiden. Tidak pas mengatakan demikian, yang bisa melakukan penilaian presiden, tegasnya.
Pertemuan di Sekretariat Fraksi partai Golkar DPR RI memang cukup istimewa. Ketua Umum DPP Partai Golkar didampingi sejumlah tokoh penting Partai Golkar seperti Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya D Novanto beserta sejumlah anggota DPR dari FPG.
Selain para elit Partai Golkar juga dihadiri oleh seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dari Partai Golkar yaitu Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Kelautan dan Peirkanan Fadel Muhammad. Selain itu tampak pula, tiga gubernur dari Partai Golkar yaitu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan Gubenrur Sulawesi Barat Adnan Anwar.
Pertemuan itu menimbulkan spekulasi politik terkait poisi politik Partai Golkar. Ketika ditanya apakah pertemuan itu sebagai wujud ancaman balik kepada Partai Demokrat? Aburizal Bakrie menepisnya. Saya tidak pernah mengancam, tapi jangan coba mengancam saya, ketusnya.
Pengamat politik dari Charta Politik Indonesia (CPI) Yunarto wijaya menilai, sikap politik Partai Golkar yang kukuh terkait kasus Bank Century sebagai upaya negosiasi atas reshuffle Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kepentingan Ical dan golkar lebih mengarah kepada negosisasi reshuffle Sri Mulyani yang memang memiliki sejarah tidak baik dengan Aburizal Bakrie dengan posisi seperti ini, jelasnya.
Menurut Totok, demikian ia sering disapa, dengan posisi seperti ini, misalnya, Sri Mulyani tidak digantipun, akan terjadi negosiasi di tingkat teknis seperti kasus pajak bisa selesai di tingkat kompromi.
Di sisi lain, Aburizal masih berada dalah tahapan konsolidasi dalam kepengurusan barunya yang baru berusia beberapa bulan. "Saya pikir, Ical tidak akan mengambil sikap ekstrem berseberangan untuk menarik Golkar dari koalisi, tegasnya.
Dalam posisi ini, menurut Totok, posisi Ical masih membutuhkan patron kekuasaan untuk menguatkan posisinya di dalam internal Golkar. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Siluman
Kamis, 11 Februari 2010 | 12:50 WIB
APA tidak takut masuk neraka CAL! enak didunia dong, kalo masih idup masih bisa nggak bayar pajak dan masih bisa pula neggelamin jateng, jatim kan udah. selain itu ntar masih bisa mimpin partai siluman.
anto
Rabu, 10 Februari 2010 | 23:20 WIB
Setuju... pokoknya segera selesaikan udah bosen liat pansus dan fenomena tantang2xan maupun tawar menawar. Yang penting rakyat gak sengsara dan siaran televisi gak itu itu melulu. Masih banyak kasus yang belum di ekspose...
helmi
Rabu, 10 Februari 2010 | 22:41 WIB
udahlah,diselesaikan dgn baik2 aja, saya sbg rakyat kecil udah bosen liat kasus ini gak selesai2,masih banyak masalah2 yg lebih besar yg harus dihadapi bangsa ini, sekarang sudah perdagangan bebas.......
cungur
Rabu, 10 Februari 2010 | 15:43 WIB
saya setuju dgn pandangan pengamat..ical cuma gertak sambal..gak akan berani dia narik diri dr koalisi..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.