INILAH.COM, Jakarta - Empat hari menjelang imlek, penjualan aksesoris dan kudapan untuk keperluan Imlek meningkat di daerah Petak Sembilan, Glodok, Jakarta.
Imlek jatuh pada 14 Februari 2010 atau hari Minggu 2561 menurut kalender China. Di tengah pasar tradisional kawasan pacinan, banyak pedagang pakaian dan bahan kebutuhan pokok menambah barang jualannya untuk kebutuhan imlek, antara lain berupa dupa, angpao.
Sementara itu, toko Ceria Uniq, yang sepanjang tahun tetap bertahan menjual secara khusus untuk kebutuhan imlek, banyak didatangi konsumen untuk membeli ornamen dan patung sebagai kelengkapan ritual Imlek.
Toko yang paling menonjol dengan menjual ornamen-ornamen ciri Tionghoa ini, dari hasil liputan ANTARA, Rabu, mengalami peningkatan penjualan, khususnya untuk lampion. "Entah kenapa, dalam 10 hari ini, penjualan lampion mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya," ucap pemilik toko Elis Susanan, rabu (10/2).
Elis Susanan, 57 tahun, terjadi peningkatan sekitar 20 persen untuk penjualan lampion. Barang yang dijual dalam toko ini antara lain kembang api, dupa, rufang (patung dewa dewi adat Tionghoa), gantungan hiasan rumah, lampion, pohon bunga Me Hwa imitasi, dan pernak-pernik kecil yang memiliki arti dalam adat Tionghoa.
Elis Susanan menjelaskan bahwa pohon bunga Me Hwa digunakan untuk selayaknya pohon natal. Pada hari Imlek, pohon Me Hwa dihias dengan menggunakan aksesoris simbolis, seperti gantungan kacang yang berarti kesuburan pada tahun ini, teko atau kendi yang berarti harapan untuk selalu berisi; dan ikan yang berarti kesejahteraan.
Tahun ini, diakui oleh Elis Susanan tidak menjual pohon jeruk, karena pada tahun lalu pohon jeruk tidak memperoleh penjualan yang diharapkan. Pohon jeruk dipercaya dalam adat Tionghoa sebagai pembawa berkah, keselamatan dan kesejahteraan. Biasanya, pohon tersebut dijual dalam berbagai ukuran, dan sudah memiliki buah yang melimpah.
Pedagang lain, Lay Kwet Fung, pemilik toko PD. Afung yang berjualan kacang-kacangan dan permen, mengaku terjadi peningkatan penjualan sekitar 40 persen. Selama dua minggu menjual manisan delapan macam yang biasa dipakai untuk persembahan dalam sembahyang di klenteng pada hari Imlek. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !