inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

10 Tahun Demokrasi, Rakyat Belum Sejahtera

Headline
Cornelis Lay - Istimewa
Oleh: Irvan Ali Fauzi
Rabu, 10 Februari 2010 | 18:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Demokrasi di Indoensia sejak sepuluh tahun terakhir dinilai gagal menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Lebih dari itu, demokrasi digugat karena berubah menjadi instrumen akumulasi kemakmuran elit politik, sembari membiarkan rakyat dalam kubangan kesengsaraan.

Itu terungkap dalam diskusi publik 'Wajah Demokrasi Kita' di Gedung Jakarta Media Center, Rabu (10/2). Menurut Dosen Fisipol UGM Cornelis Lay, tidak mengherankan jika rakyat merindukan kembalinya masa Orde Baru.

"Suara rakyat ini tidak bisa tidak harus dibahasakan sebagai kritik fundamental atas kegagalan demokrasi dalam men-deliver kesejahteraan sebagai kebutuhan yang sama pentingnya dengan demokrasi itu sendiri," ujarnya.

Sementara bagi anggota DPR Fraksi PDIP Budiman Sujatmiko, demokrasi Indoensia sepuluh tahun terakhir juga dikuasai oleh demokrat palsu dan sangat dipengaruhi oleh klan politik dinasti. "Demokrasi kita tereduksi, dari demokrasi prosedural menjadi demokrasi visual. Tokoh-tokoh lama didaur ulang dengan kemasan baru," tegas politisi yang juga mantan Ketua Umum PRD ini.

Budiman juga menilai, Indonesia baru sampai pada tahap demokrasi penghiburan. Di era demokrasi seperti ini mereka memilih wakil rakyat yang menghibur. Padahal penyakit sosial tidak dapat disembuhkan dengan hiburan, tapi butuh pil pahit yang bisa menyembuhkan seperti di Bolivia yang memilih presiden seorang petani dan Paraguay dengan
presiden seorang uskup.

"Rakyat kita butuh presiden yang ganteng dan lebay, pungkas Budiman. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.