INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Dirut Jamsostek tentang dana yang disimpan di Bank Century adalah kebijakan direksi lama, direaksi keras.
Seperti diberitakan, Dirut Jamsostek, Hot Bonar Sinaga, kepada rapat Pansus Hak Angket Century, Rabu (10/2) menyatakan bahwa dana Jamsostek yang disimpan di Bank Century adalah kebijakan direksi lama.
''Dana itu sudah disimpan saat masih Bank CIC tahun 2004,'' katanya.
Pernyataan ini direaksi keras oleh aktivis Komando Buruh Revolusioner, Syahganda Nainggolan.
Kepada INILAH.COM, pernyataan Dirut Jamsostek itu menunjukkan bahwa sikap yang tidak bertanggung jawab.
''Jadi, Hot Bonar sebagai Dirut yang diangkat tahun 2005, sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap kekayaan Jamsostek di Century,'' kata Syahganda.
Ditegaskan, dana di Jamsostek adalah dana yang dikumpulkan dari keringat para buruh. Ketika direksi Jamsostek tidak punya kepedulian terhadap dana itu, sama saja dengan tidak peduli pada buruh.
''Sebagai Dirut Jamsostek, Hot Bonar punya hak untuk memindahkan dana itu. Kenapa tidak dilakukan? Kan sudah jelas bahwa Bank Century itu bank yang tidak masuk rating, kenapa masih disimpan di situ?'' tegas Syahganda.
Karenanya, kata Syahganda, makin jelas bahwa Direksi Jamsostek "memainkan" dana Jamsostek di Bank Century. ''Ya, bisa saja ada fee karena menempatkan dana di situ?'' kata Syahganda.[ims]