INILAH.COM, Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan mengaku telah menyusun nama-nama nasabah dari transaksi yang mencurigakan. Jumlahnya kurang lebih dari 10 nama.
"Kan PPATK minta nama-nama yang dicurigai dengan lebih rinci. Makanya kami beri profil nasabah. Kami masalahkan 10 nama. Kami hari ini memperoleh nama-namanya," ujar Anggota Pansus Bank Century dari FPDIP Hendrawan Supratikno di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/2).
Menurut Hendrawan, 10 nama tersebut berada diluar 11 nasabah yang transaksinya mencurigakan yang ditemukan oleh BPK. "Yang penting efektif. Inisialnya macam-macam," kata dia.
Hendrawan menuturkan, indikasi transaksi mencurigakan bisa dilihat dari beberapa kriteria, yaitu dilihat dari frekuensinya dimana tiba-tiba ada transaksi yang berkali-kali dilakukan
Setelah itu, lanjutnya, transaksinya tiba- tiba sepi. Lalu bisa dilihat dari besaran transaksinya dan selanjutnya ada nama-nama yang dicurigai mirip-mirip.
Sementara itu mengenai 11 nama nasabah yang transaksinya mencurigakan, menurut Hendrawan, seharusnya BPK yang mengungkapnya tanpa permintaan pansus. Pasalnya yang menemukan 11 rekening itu adalah BPK.
"Kata BPK kan juga akan klarifikasinya. Milik siapa kita tidak bisa berburuk sangka," pungkasnya. [mvi/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !