INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga menyesalkan tindakan Bank Indonesia (BI) yang tidak memberi peringatan mengenai kondisi bank Century yang menyimpan dananya pada bank tersebut.
"BI itu tidak kasih tahu ke kami (kondisi Bank Century)," ujarnya disela rapat dengan Panitia Khusus Bank Century, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/2).
Hal tersebut, kata dia, sebenarnya tidak aneh. Pasalnya BI juga tidak memperingati Yayasan Keluarga Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI). "Ngapain kita kasih tahu ke Jamsostek anaknya sendiri saja (YKKBI) tidak dikasih tahu," ujarnya.
Hotbonar menyesalkan tindakan tersebut. Idealnya ketika mengetahui memburuknya kondisi Bank Century, BI segera memperingati para investor. "Yang seharusnya tahu bank itu brengsek tidak dikasih tahu," sesalnya
Sebelumnya Hotbonar menjelaskan, Ia mengatakan, Jamsostek menyimpan dananya di Bank Century karena Jamsostek telah sejak awal menyimpan dana sejak zaman CIC. "Bank tersebut adalah lanjutan dari CIC, waktu itu tahun 2004 menyimpan Rp293,2 miliar. Dari hasil kajian management risk tahun 2007 bank itu sehat. Itu alasan tempatkan dana," katanya.
Ia mengatakan, Pada November 2008 nov, Jamsostek masih menempatkan dana dana sebesar Rp255 miliar. Sedang pada akhir 2008 menjadi Rp112,1 miliar.
Hotbonar mengatakan, Jamsostek tidak melakukan pengambilan dana sebelum jatoh tempo. Pengambilan dana tersebut sesuai dengan jatoh tempo yang telah ditentukan. "Kita Menarik sesuai dengan tanggal jatoh tempo. Deposito kita cair pada Oktober 2009 dengan dana Rp8,7 miliar. Kita tidak membreak, secara alamiah simpanan kita setengah sampai 1 tahun," katanya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !