Kamis, 17 Mei 2012 | 04:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham Adaro Bayangi Bumi
Headline
iPhA/Subekti
Oleh: Ahluwalia
web - Selasa, 17 Juni 2008 | 13:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta Adaro diprediksi masuk jajaran 10 besar saham paling menggiurkan. Nilai kapitalisasinya akan di bawah Bumi Resources yang mencapai Rp 158 triliun dan Telkom Rp 151 triliun.

Saat ini, posisi puncak kapitalisasi pasar masih dikuasai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), produsen batu bara nomor satu di Indonesia. Nilai kapitalisasi BUMI, kemarin, mencapai Rp 158,1 triliun atau sekitar 8,5% dari kapitalisasi bursa sebesar Rp 1.832,6 triliun.

Sedangkan saham PT Telkom Tbk (TLKM) menyusul di urutan kedua dengan nilai kapitalisasi Rp 151,1 triliun atau sekitar 8,2% dari kapitalisasi bursa.

Direktur PT Asia Kapitalindo Sekuritas Harry Kurniawan mengatakan, para pelaku pasar merespons positif pencatatan saham Adaro pada 2 Juli mendatang. "Jika Adaro berhasil masuk bursa, sahamnya akan menambah nilai kapitalisasi pasar BEI menjadi sekitar Rp 2.000 triliun," katanya.

Adaro berencana menawarkan 11,14 miliar saham (34,83%) kepada publik pada 24-26 Juni 2008. Perseroan menargetkan perolehan dana Rp 12,3 triliun. Dengan harga Rp 1.100 per saham, nilai kapitalisasi saham Adaro Energy seluruhnya mencapai Rp 35,2 triliun. Saat ini, proses IPO Adaro masih menunggu pernyataan efektif dari Bapepam-LK.

Meski sempat jadi kontroversi, para pelaku pasar optimistis IPO Adaro akan memenuhi ketentuan hukum pasar modal. Soalnya, masalah gugatan perdata kepada Adaro merupakan urusan pemegang saham, tidak terkait dengan kinerja perseroan.

Para analis mengakui, kalangan pelaku pasar saham sangat menanti penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan pencatatan saham Adaro. Antusiasme pasar sudah tampak selama pembentukan harga (book building) pada 26 Mei-5 Juni 2008. Pesanan mengalami kelebihan permintaan sebanyak 6,57 kali senilai Rp 76,8 triliun.

Saham Adaro sangat menarik. Harga perdananya Rp 1.100 per saham terbilang murah karena price to earning ratio (PER)-nya sebanyak 16 kali, masih di bawah PER industrinya yang 25 kali.

Analisa Harry Kurniawan menunjukkan, perdagangan saham Adaro di lantai bursa juga bakal mendorong sejumlah perusahaan tambang batu bara seperti Bayan Resources, Kideco, dan Berau Coal ikut masuk bursa.

Apalagi sektor tambang batu bara masih akan booming hingga beberapa tahun ke depan. PT Adaro Energy merupakan produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia.

Senada dengan Harry, Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, mengatakan perseroan mengoperasikan usaha tambang terintegrasi di Kalimantan Selatan dengan produksi 36 juta ton per tahun. Jumlah cadangan batu baranya sekitar 928 juta ton.

PT Adaro Indonesia Tbk pada 2009 akan membangun sistem conveyor batu bara sepanjang 68 kilometer senilai Rp 3,7 triliun. Conveyor tersebut akan menghubungkan lahan tambang Tutupan, Kabupaten Tabalong, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan Sungai Barito di Kelanis, Kalimantan Tengah.

Kapasitas angkut conveyor tersebut mencapai 40 juta ton batu bara per tahun. Pembangunan conveyor mulai dilaksanakan 2009 dan beroperasi 2011. Secara keseluruhan pembangunan conveyor dan pembangkit listrik tersebut akan menelan dana US$ 500 juta atau Rp 4,6 triliun. Sebanyak US$ 150 juta atau Rp 1,38 triliun merupakan dana internal perseroan, sisanya pinjaman perbankan.

Tahun ini Adaro menargetkan produksi batu bara mencapai 38 juta ton. Tahun depan, perusahaan ini menargetkan produksi 45 juta ton. Batu bara yang diproduksi Adaro berjenis kalori subbituminous berkisar 4.700 kcal per kg6.500 kcal per kilogram. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.