INILAH.COM, Jakarta - PT Jamsostek masih melakukan fisibility studi terhadap rencana pendirian Jamsostek Invesment Company (JIC) perusahaan patungan dengan Dubai Based Islamic Corporation For The Develop
of The Private Sector (IDB).
"Masih fisibility studi oleh konsultan," ujar Direktur Investasi Jamsostek Evelyn G Masassya, di Jakarta, Rabu (10/2).
Ia memperkirakan, proses tersebut akan memakan waktu selama empat sampai lima bulan. Setelah tahapan tersebut terlewati, Jamsostek akan melaporkan kepada Menteri BUMN, sebagai pemegang saham. "Prosesnya
seperti itu, dari FS merekomendasikan akan sampaikan itu pada pemegang," kata dia.
Sebelumnya, Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga, pada Jumat (15/1) mengatakan JIC akan beroperasi pada semester I tahun ini. JIC nantinya akan berbasis Syariah. Target pertama yang akan dilakukan
adalah mengakuisisi perbankan syariah yakni BNI dan Bukopin Syariah.
Ia melanjutkan, peseroan memiliki 50 % saham dari JIC, sedangkan sisanya dimiliki IDB. Hal tersebut disebabkan perseroan memasok modal sebesar Rp500 miliar. [cms]