Senin, 28 Mei 2012 | 18:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BPK Selidiki 11 Nama Nasabah Misterius
Headline
Hadi Purnomo - Inilah.com
Oleh: Mevi Linawati
web - Kamis, 11 Februari 2010 | 11:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini sedang menyelidiki 11 nama nasabah misterius yang dicurigai menerima aliran dana Bank Century.

"Lagi diselidiki," ujar Ketua BPK Hadi Purnomo di Gedung BPK, Jakarta, Kamis (11/2).

Menurut Hadi, bagaimana benar atau tidaknya apakah ada yang menyangkut anggota DPR sedang diselidiki. "Tunggu dong," kata dia singkat.

Sebelumnya, anggota Pansus Angket Century dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan ada 11 nasabah yang masih misterius. Sebab, para nasabah yang dicurigai itu melakukan transaksi mencurigakan salah satunya menarik duit dalam jumlah besar, hingga Rp 1,9 triliun. Data itu terungkap dari laporan PPATK. [mvi/ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Slamet Julianto
Kamis, 11 Februari 2010 | 20:51 WIB
Saya yang hanya aktivis Buruh yang bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa, namun sangat mengimpikan Hukum Tegak di bumi INDONESIA dan sangat sepakat, apabila ada pejabat siapa saja yang melakukan penyelewengan, baik menerima suap atau korupsi harus diberikan sanksi Hukum yang tegas agar supaya Hukum di Indonesia benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk pejabat negara yang berhubungan dengan bailout bank Century harus ditindak tegas sesuai dengan Hukum yang berlaku, apabila benar-benar menerima suap yang berhubungan dengan proses bailout Bank Century. Sebaliknya apabila Pejabat-pejabat Negara yang selama ini dikesankan menerima suap dalam proses bailout Bank Century ternyata benar-benar tidak pernah sama sekali menerima uang suap dalam proses bailout Bank Century, juga jangan terus menerus direcoki dan dikesankan dimasyarakat bahwa pejabat tersebut adalah pejabat korup, sebab apabila pejabat tersebut tidak pernah menyeleweng seperti menerima suap atau korupsi namun dikesankan seakan-akan dia menerima suap kan kasihan keluarganya, sahabat-sahabatnya bahkan pengagumnya yang menganggap selama ini dia bersih kan menanggung malu (apabila hal itu menimpa kita yang tidak bersalah tapi sudah terlanjur dicap masyarakat . . bagaimana apakah hati kita tidak pedih). Selanjutnya saya yang hanya rakyat jelata, sekali lagi menghimbau agar supaya dugaan yang mensinyalir adanya nasabah yang menarik uang sebesar Rp. 1,9 trilyun itu benar-benar ada, harus diselidiki benar-benar dengan cara sebagai berikut : 1. Apakah memang ada nasabah yang menarik uang sebesar Rp. 1,9 trilyun ? dan apabila tidak ada nasabah yang menarik uang sejumlah Rp 1,9 trilyun, yah yang menghembuskan berita tersebut harus secara ksatria menyampaikan ke masyarakat “Bahwa tidak ada nasabah yang menarik uang sebesar Rp. 1,9 trilyun, untuk itu saya sampaikan maaf kemasyarakat bahwa saya salah memberikan informasi” dan apabila ini dilakukan, maka masyarakat akan simpatik, meskipun dia pernah dianggap salah dalam memberikan informasi (jangan sampai hanya isyu saja yang dihembuskan, sehingga membentuk opini dimasyarakat, sebab jaman era Demokrasi seperti ini sangat menguntungan semua pihak bisa menghembuskan isyu apa saja, dan apabila tidak terbukti jawabannya enteng “itu kan dugaan” kan tidak ada salahnya) 2. Apabila memang benar ada nasabah yang menarik uang sebesar Rp. 1,9 trilyun, harus diselidiki “dari mana uang tersebut berasal ?” dan apa bila itu uang pemberian orang lain, maka yang menarik uang tersebut sangat patut dicurigai, sebab tidak mungkin seseorang atau siapapun juga orangnya diberi uang yang jumlahnya ribuan milyar . . . pasti ada apa2 nya dan apabila benar-benar terjadi seperti yang dimaksudkan, harus diselidiki secara tuntas dan tegas serta tidak pandang bulu. Namun sebaliknya apabila yang ditarik adalah uangnya sendiri karena yang menarik uang tersebut adalah Konglomerat (sebab di Indonesia jumlah konglomerat sudah cukup banyak) . . yah tidak usah dipersoalkan sebab setiap orang secara universal berhak menggunakan kekayaannya untuk kepentingan apa saja karena memang itu adalah kekayaannya sendiri yang didapat dan dimiliki secara sah dan tidak merugikan negara. Demikian masukan dari saya Rakyat jelata yang tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa, hanya sekedar menyumbangkan pikiran yang saya tuangkan dalam komentar ini dengan harapan semoga bisa bermanfaat untuk kepentingan bangsa dan negara Surabaya, 11 Pebruari 2010 Hormat Saya Slamet Julianto
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.