INILAH.COM, Jakarta - Banyak petinggi dan rekan pengusaha yang ditelepon Artalyta Suryani alias Ayin saat hendak ditangkap. Artalyta mengaku hal itu dilakukannya karena panik.
"Pokoknya saya dalam keadaan panik. Saya telepon yang bisa memberikan saran. Saya telepon juga nggak ada follow up apa-apa," ujar Artalyta sebelum mengikuti persidangan kasus suap di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (18/6).
Namun Artalyta mengelak saat ditanya siapa saja yang ditelepon. "Saya menelepon teman-teman, pertama rekan-rekan bisnis saya dan selanjutnya..." ucap Artalyta tidak mau melanjutkan.
"Jadi jangan diungkap lagi," potongnya. Setelah penangkapan, sambung dia, dirinya berada di bawah pengawasan KPK. "Jadi pada saat telepon, sudah ada orang-orang KPK," kata Artalyta.
"Saya bertanggung jawab penuh. Beliau-beliau yang saya telepon tidak ada hubungannya dengan uang US$ 660 ribu itu," ujar Artalyta.
Artalyta yang akrab disapa Ayin ini menjadi terdakwa penyuap Urip sebesar US$ 660 ribu atau sekitar Rp 6 miliar terkait kasus BLBI. Nama Artalyta kini bak selebritis karena kedekatannya dengan sejumlah pejabat negara. Rekaman percakapannya dengan pejabat Kejagung beberapa kali diperdengarkan dalam persidangan.
Artalyta juga dikabarkan sempat menelepon Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan Ketua KPK Antasari Azhar sebelum ditangkap. Namun hingga kini Artalyta enggan mengomentari kabar tersebut. Demikian juga halnya dengan Sutanto. Sedangkan Antasari belum berkomentar mengenai hal ini.[L3]