INILAH.COM, Jakarta - Jaksa Agung Hendarman Supanji menegaskan dirinya sejak awal tak pernah ada keinginan untuk menghukum mati terpidana Antasari Azhar. Malah Hendarman mengakui Antasari muridnya yang manis.
"Saya tidak ada satu keinginan kecil sekecil apapun, itu suara dan keinginan dari jaksa, itu bottom up. Antasari itu selalu saya katakan, murid saya yang manis," ujar Jaksa Agung Hendarman Supanji usai salat Jumat di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/2).
Hendarman juga menolak dikatakan dirinya memiliki dendam kepada Antasari terkait kasus Jaksa Urip yang diungkap saat terdakwa menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Disela keterangannya tersebut Hendarman pun sempat menyanjung-nyanjung kebaikan Antasari pada dirinya.
"Dia pernah memberikan baju batik Palembang warna hijau dan waktu ke luar negeri pernah berikan saya dasi. Kalau ketemu dia saya selalu ingat kebaikannya," tutur mantan Jaksa Agung Muda Pidana Korupsi ini.
Saat ditanya apakah keputusan tuntutan hukuman mati kepada Antasari yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berawal dari dendam Kejaksaan kepadanya, Hendarman pun menolak tegas.
"Saya pernah tanya ke Cirus, apa saudara punya dendam? Tidak pak, katanya. Dia disana (KPK) itu dari saya," tandasnya. [bar]