Selasa, 29 Mei 2012 | 03:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ilmuwan Temukan Letak Agama di Otak
Headline
abcnews.com
Oleh:
web - Sabtu, 13 Februari 2010 | 10:25 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan telah mengidentifikasi area otak yang jika rusak akan menyebabkan spiritualitas lebih besar. Temuan itu memberi petunjuk pada akar spiritual dan sikap keagamaan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuron edisi Februari melibatkan ciri kepribadian yang disebut transendensi-diri, yang merupakan ukuran samar-samar menyangkut perasaan spiritual, berpikir, dan berperilaku.

Transendensi-diri mencerminkan penurunan kesadaran diri dan kemampuan untuk mengidentifikasi diri sendiri sebagai bagian integral dari alam semesta secara keseluruhan, para peneliti menjelaskan.

Ilmuwan mensurvei pasien tumor otak yang telah dihapus sebelum dan setelah operasi. Survei itu menghasilkan nilai transendensi-diri.

Survei itu menunjukkan kerusakan selektif kiri dan kanan daerah posterior parietal otak menunjukkan peningkatan tertentu dalam transendensi-diri atau ST.

"Studi pemetaan gejala-lesi kami adalah yang pertama mendemonstrasikan hubungan sebab akibat antara fungsi otak dan ST," kata Dr Cosimo Urgesi dari University of Udine di Italia.

"Kerusakan pada daerah parietal posterior mengakibatkan perubahan cepat pada kepribadian dari dimensi yang berkaitan dengan kesadaran diri-referensial. Dengan demikian, disfungsional aktivitas saraf parietalis dapat mendukung spiritual dan keagamaan mengubah sikap dan perilaku."

Sebelumnya studi neuroimaging yang menghubungkan jaringan besar di otak dan menghubungkan frontal, parietal, dan temporal cortexes menemukan hubungan dengan pengalaman spiritual.

Sebuah studi pada 2008 menyatakan otak kanan lobus parietalis yang mendefinisikan orang yang kurang aktif dan mungkin memimpin kehidupan rohani.

Penemuan baru itu dapat mengarah pada strategi-strategi untuk mengobati beberapa bentuk penyakit mental.

"Mungkin pendekatan baru yang bertujuan untuk memodulasi aktivitas saraf akhirnya membuka jalan pengobatan baru dari gangguan kepribadian," kata Dr Salvatore M Aglioti dari Universitas Sapienza Roma.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Huda
Rabu, 17 Februari 2010 | 19:46 WIB
Terima kasih Pak/Bu? Maya Noto. Saya juga bingung baca artikel ini, baru setelah baca komentar Maya Noto saya jadi terang.
Maya Noto
Selasa, 16 Februari 2010 | 15:32 WIB
Kalau sumber beritanya benar yang di jurnal ini http://www.newscientist.com/article/dn18513-damaged-brains-escape-the-material-world.html, maka Anda baru saja melakukan KESALAHAN FATAL dalam penulisan artikel :) Cosimo Urgesi tidak mengatakan bahwa kerusakanlah yang membuat skor transedensi lebih tinggi, melainkan DIHILANGKANNYA NEURON OTAK yang menyebabkan AKTIVITAS PADA DAERAH OTAK TERSEBUT :-) Persisnya bahkan Urgesi mengatakan seperti ini di artikel tersebut: "This suggests that it is the removal of neurons from the posterior parietal cortex which is responsible for the personality change, and not simply experiencing a serious illness o.r undergoing brain surgery" Jadi jelas bukan "kerusakan otak"-nya yang berperan, tetapi justru ketika "bagian yang rusak" itu dihilangkan (dalam penelitian ini yang dihilangkan adalah neuron yang sudah rusak oleh gliomas) Selanjutnya, adalah hal yang masuk akal jika kecenderungan transedensi meningkat saat aktivitas otak menurun... karena transedensi diri berkaitan dengan intuisi dan perasaan, yang merupakan lawan dari aktivitas otak. Dengan berkurangnya aktivitas otak, meningkatlah fungsi intuisi :) Tolong hati2 dalam menterjemahkan suatu tulisan ilmiah :) Jangan sampai mengubah arti :)
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.