inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Microsoft Bangkit, BlackBerry Dilirik

Headline
Istimewa
Oleh: Budi Winoto
Minggu, 14 Februari 2010 | 11:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Microsoft akan bangkit termasuk mempertimbangkan membeli BlackBerry. Microsoft pernah menjadi penantang dominan melalui Windows Mobile dan menjalankan seperempat smartphone baru di 2004.
Saat ini Apple dan pembuat BlackBerry Research In Motion (RIM) meninggalkan raksasa perangkat lunak itu di belakang. Tapi pada 15 Februari di konferensi industri nirkabel di Barcelona, Microsoft akan menyingkap upaya terbarunya untuk kembali ke ajang permainan.
Penamaan sistem operasi Windows Phone akan bergerak ke depan, bukan dengan cara evolusi," kata Robert J Bach, presiden divisi perangkat dan hiburan perusahaan itu di depan para analis 7 Januari lalu.
Di pasar smartphone, Microsoft perlu menjadi salah satu pemain. Microsoft telah mengunci komputasi yang menggunakan komputer pribadi, namun saat ini orang berimigrasi ke perangkat mobile. Apple iPhone, BlackBerry RIM dan telepon lainnya telah menjadi cara yang disukai untuk membaca email, cek Facebook, atau mengejar berita.
Peneliti IDC memprediksikan total pengiriman smartphone naik lebih dari dua kali lipat antara 2009 hingga 2013 menjadi 391,3 juta unit. Software mobile Microsoft yang baru harus berbeda dan meyakinkan pelanggan dan mitra, bahwa mereka akan secara mendasar mengubah arah," kata analis IDC William Stofega.
Software baru Microsoft dijanjikan jauh ditingkatkan dan menawarkan keuntungan lebih mudah dalam menangani pengolah kata dan spreadsheet yang dikirim dari PC. Perangkat lunak itu juga akan lebih terintegrasi dengan mesin game perusahaan itu Xbox dan pemutar musik Zune, sehingga pengguna dapat berbagi musik dan video antar perangkat Microsoft.
Tapi itu tidak memecahkan tantangan. Pengembang perangkat lunak independen yang menciptakan aplikasi baru untuk ponsel sebagian besar telah diabaikan Microsoft. Pengembang saat ini lebih fokus pada iPhone dan ponsel Android yang didukung Google.
Pengembang telah membuat lebih dari 140.000 aplikasi iPhone melalui Apple iTunes. Sebaliknya baru ada sekitar 800 aplikasi tersedia di toko ponsel online Microsoft, meskipun diperkirakan ada 20.000 aplikasi akan dijalankan pada sistem operasi mobile-nya. "Microsoft tidak pernah benar-benar menunjukkan kehadiran secara bermakna," kata analis Charles S Golvin dari Forrester Research.
Beberapa analis industri mengatakan, perusahaan yang bermarkas di Redmond itu harus berubah dramatis. Caranya bisa dengan memilih membuat telepon dengan merek sendiri, seperti yang dilakukan Google atau menjalin kemitraan strategis dengan pemain kuat seperti Nokia.
Beberapa di antaranya menyarankan Microsoft melakukan akuisisi. "Hal yang logis bagi mereka adalah membeli pemain yang ada," ujar Richard Doherty, salah satu pendiri konsultan Envisioneering.
Pilihan yang paling terjangkau untuk dibeli adalah Palm dengan kapitalisasi pasar US$1,6 miliar. Perusahaan di Sunnyvale pembuat handset Pre dan Pixi, itu sudah dikenal karena ponselnya yang mudah digunakan.
Namun sumber-sumber dalam perusahaan itu mengatakan CEO Microsoft Steve Ballmer mengaku tidak tertarik. "Ekuitas merek (Palm) tidak sebesar dulu," kata salah seorang eksekutif Microsoft yang bekerja pada inisiatif mobile.
Doherty mengatakan target yang lain adalah membeli RIM yang berbasis di Waterloo dan memiliki pasar korporasi kuat sama seperti konsumen Microsoft. Nilai pasar RIM diperkirakan mencapai US$38,5 miliar.
Dalam laporan riset 10 Februari, analis Mark McKechnie dari Broadpoint Amtech memperhitungkan Microsoft dapat memiliki RIM dengan US$56 miliar. Itu akan membuat paling mahal yang pernah ditawarkan Microsoft, setelah penawaran US$44 miliar pada Yahoo yang gagal dua tahun lalu.
Tidak ada jaminan Microsoft bisa mendapatkan kesepakatan dengan RIM atau membuatnya berhasil. Eksekutif RIM yang bersama-sama memiliki lebih dari 11% perusahaan, menunjukkan kecenderungan untuk tidak menjual.
Kesepakatan itu juga kemungkinan akan menghadapi retensi peraturan, khususnya di Kanada di mana RIM dianggap sebagai kekayaan nasional. Juru bicara RIM Tenille Kennedy dan juru bicara Palm Lynn Fox menolak berkomentar.
Sumber Microsoft mengatakan, perusahaan itu saat ini tidak mempertimbangkan akuisisi RIM dan fokus pada upaya internalnya sendiri. Perusahaan telah mulai bekerja lebih erat dengan mitra hardware, seperti HTC dan LG, untuk berbagi sumber daya dan rekayasa perangkat lunak serta penyesuaian yang lebih baik untuk telepon khusus mereka.
Ia juga mengatakan Microsoft berencana mengurangi jumlah mitra perangkat keras dari 58 akhir 2008 menjadi setengah lusin atau paling banyak selusin. "Kami ingin lebih mengontrol perangkat keras untuk memastikan pengalaman total lebih baik," kata sumber itu.
Microsoft terlihat seperti terperangkap dalam kotak pada saat ini, tetapi analis mengatakan tidak bisa diremehkan. "Mereka memiliki banyak dana, mereka memiliki sumber daya teknik hebat," kata Alex Spektor analis konsultan Strategy Analytics. Permainan belum berakhir. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.