INILAH.COM, Jakarta - Atraksi liong terpanjang yakni 100 meter terbuat dari batik tercatat sebagai yang terpanjang di dunia. Atraksi yang dilakukan Minggu (14/2) itu, mendapat penghargaan dari Musium Rekor Dunia-Indonesia (Muri).
Atraksi Liong ini seiring dengan perayaan Imlek Bersama Pemkot Jakarta Pusat, Minggu (14/2). Selain dihadiri Walikota Jakarta Pusat, Dr. Hj. Sylviana Murni, Imlek Bersama tahun ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakara, H Fauzi Bowo. Penghargaan Muri langsung diberikan Ketuanya, Jaya Suprana.
Ini satu kejutan besar dan menjadi sebuah penghargaan yang sangat istimewa. Setidaknya, dengan penghargaan tersebut diharapkan mampu memicu perkumpulan-perkumpulan liong dan barongsai lain untuk lebih kreatif, berprestasi dan bersatu dengan PLBSI, papar Ki Kusumo, Ketua Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) DKI Jakarta.
Dalam kepercayaan orang Cina, selain menjadi simbol spiritual, Liong dan Barongsai merupakan lambang kebijaksanaan dan kemakmuran. Tarian Singa merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan.
Ki Kusumo berjanji akan memberikan ruang atau kesempatan bagi perkumpulan liong dan barongsai lain yang ingin berkreasi dan tampil lebih maju. Apalagi di mata dunia, atlit liong dan barongsai Indonesia sudah cukup dikenal. Tujuan saya hanya ingin memajukan PLBSI, imbuh Ki Kusumo.
Tak sekadar Imlek Bersama. Ke depannya PLBSI juga telah menyiapkan beberapa event liong dan barongsai. Di antaranya Festival Liong dan Barongsai dan Turnamen bertaraf nasional.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, H Fauzi Bowo dalam sambutannya mengatakan turut gembira dengan terselenggaranya Imlek Bersama tersebut. Jakarta tanpa Tionghoa, bukan Jakarta namanya, pungkas Fauzi Bowo yang disambut dengan tepuk tangan seluruh pengunjung.
Selain acara inti, perayaan Imlek Bersama juga dimeriahkan oleh atraksi Wushu dan puluhan liong serta barongsai yang melakukan konvoi dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Banyak sisi positif yang bisa kita ambil hikmahnya dari peringatan Imlek Bersama tahun ini. Tidak hanya berharap berkah dan kemudahan dalam menyongsong tahun-tahun berikutnya, namun kita juga berbarap kerukunan antar sesama warga Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, tercipta lebih erat. Tidak membeda-bedakan suku, agama ataupun ras, terang Ki Kusumo. [vin]