INILAH.COM, Jakarta - Rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Krakatau Steel pada November nanti, dinilai tepat sasaran. Industri baja di bursa relatif tidak ada pesaing.
"Itu November ini, oke, timing-nya bagus," ujar ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto, usai menjadi pembicara dalam Seminar "Pengawasan Perbankan Sistem Keuangan Nasional" di Jakarta, Senin (15/2).
Menurutnya, rencana Krakatau Steel tersebut memiliki prospek yang bagus karena pada semester II tahun ini, perekonomian diperkirakan akan mengalami pembalikan ke arah positif (rebound). "Akibatnya permintaan baja dunia itu akan naik, nah dengan demikian itu timing yang baik. Sehingga respon dari pelaku pasar akan positif terhadap rencana IPO KS. Itu bagus itu, jadi kalau kita mau lepas saham harus lihat timing," ujarnya.
Ryan juga menilai, Krakatau Steel akan menjadi pemain tunggal di lantai bursa yang bergerak di bidang industri baja. "Relatif tidak ada (pesaing) ya, karena industri baja itu pemainnya sangat sedikit mungkin hanya KS (Krakatau Steel) saja. Jadi dominan itu," ujarnya.
Selain momen, menurut Ryan, prospek KS di lantai bursa juga tergantung dari berapa besar volume saham yang dilepas ke publik. "Itu menentukan ya, karena kalau yang dijual itu baik, indeks bisa pengaruh ke positif," ujarnya.
Ia menjelaskan, volume pelepasan saham oleh korporasi tergantung dari seberapa besar kebutuhan korporasi untuk mencari dana dari publik. "Umumnya (BUMN) rata-rata 30 persen, nah kayak di Mandiri, di BRI 30an itu umumnya," ujarnya.
Namun sayangnya, Ryan tidak dapat mengatakan berapa harga yang tepat untuk setiap saham KS yang akan dilepas tersebut. "O.. itu saya tidak tahu, tapi ada itung-itungannya. Tapi nanti yang disebut dengan book building penetapan harga," ujarnya. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !