INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan investasi strategi PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) tengah menjajaki permintaan Timur Tengah yang menanamkan modal di infrasturktur di Asia Tenggara.
"BNB merespon serius sejumlah investor Timur Tengah untuk menanamkan modalnya di sekotr infrastruktur, khususnya pipanisasi migas, pembangkit listrik dan jalan tol," kata Chief Executive Officer BNBR Boby Gafur Umar yang tengah berada di Dumai dalam penjelasa resminya ke redaksi INILAH.COM.
Menutur Bobby, saat ini BNBR tengah melakukan pembahasan dengan investor swasta dan sebuah sovereign fund di kasaawn Teluk yang bermaksud untuk melakukan investasi di wilayah yang menjanjikan pertumbuhan baik, seperti Indonesia. Investor Timur Tengah dan kawasan Teluk khususnya, melirik ke Asia Tenggara mengingat sebagian besar investasinya di kawasan Teluk saat ini tidak berkembang dengan memuaskan.
Bobby mengharapkan, beberapa bulan ke depan pembahasan pendanaan yang tengah dijajaki dapat membuahkan hasil-hasil yang kongkret. "BNBR secara seius menjajaki berbagai peluang usaha dan pendanaan yang ditawarkan kepada kami, khususnya jika pendanaan tersebut dutunjukan untuk pengembangan proyek-proyek investasi BNBR yang saat ini menjadi salah fokus utama kelompok usaha Bakrie," katanya.
Sektor infrastruktur memang sedang menjadi prioritas kelompok usaha yang baru berulang tahun ke-68 ini. Setelah peresmian tol Kanci-Pejagan oleh Bakrie Toll Road pada akhir Januari lalu, dalam waktu dekat ini BNBR akan menandatangai perjanjian Pengusahaan Jalan Toll (PPJT) bersama dengan konsorsium jalan tol Cimanggis-Cibitung.
"Selain jalan tol, BNBR tetap fokus pada proyek-proyek infrastruktur lain seperti pipanisasi gas dan pembangkit listrik," tukasnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !