INILAH.COM, Jakarta - Nilai transaksi asing dalam 20 hari terhitung 19 Januari-15 Februari 2010 kian menipis. Buktinya, perata asing malah turun 9,5% menjadi Rp2.258,3 triliun, namun nilai transkasinya dibandingkan penutupan kemarin naik 23,1% menjadi Rp2.044,2 triliun.
Data Trimegah Securities menguraikan, tekanan jual masih ada di area resisten sehingga asing lebih mudah melakukan transaksi jual ketimbang beli. Transaksi asing ini juga mempengaruhi nilai transaksi di bursa yang dibandingkan dengan rata-rata 20 hari turun 28,7% menjadi Rp3.718 triliun sedangkan nilai transaksi dibandingkan kemarin pun turun 12,6% menjadi Rp2.650,6 triliun.
Namun, tak begitu dengan volume perdagangan bursa yang kian memantapkan dirinya jika dibandingkan 20 hari sebelumnya berhasil naik 141,8% menjadi 3.787 miliar dan volume hari sebelumnya pun naik 148,6% menjadi 9.157 miliar.
Selain itu, harga minyak cenderung dalam tren turun sejak akhir Januari 2010 seiring dengan mulai melemahnya Euro terhadap USD meskipun dalam jangka menengah masih dalam pola ascending triangle. Harga minyak cenderung berkonsolidasi di kisaran US$72.43-75.57.
"Meskipun dalam jangka pendek jual masih akan cukup tinggi, selama dapat bertahan diatas supor pola ascending triangle maka masih terbuka peluang untuk menguji resisten di level US$82-84," prediksinya. [san/cms]