INILAH.COM, Jakarta - Tim Pencari Fakta kasus Bonek pada laga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung, 23 Januari silam, menyerahkan hasil penyelidikan serta rekomendasi kepada PSSI.
Demi menyelidiki kisruh yang ditimbulkan Bonek saat bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat, PSSI membentuk TPF untuk melakukan penyelidikan selama dua pekan.
Ketua TPF Bonek Rusdi Taher mengaku timnya sudah mengumpulkan hasil-hasil penyelidikan yang diperlukan. Rusdi mengaku permasalahan suporter di Surabaya sudah sangat pelik. Bahkan sudah bergeser ke arah politik.
"Ada beberapa hal penting dari hasil investigasi. Pertama ini bukan hanya masalah internal PSSI, melainkan juga masalah sosial. Harus ada penanganan komprehensif, semua pihak harus turun tangan," ujar Rusdi di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/2).
"Tak ada koordinasi antara klub dengan suporter. Bahkan klub dengan suporter jalan sendiri-sendiri. Penemuan di lapangan juga menemukan sepak bola sudah dibawa ke luar batas. Buat kepentingan politik, kalo ada Pilkada atau demo, Bonek itu dikerahkan," kilah Rusdi.
Hal lain yang membuat Rusdi miris adalah kehadiran Bonek sudah dianggap meresahkan masyarakat. Bahkan Rusdi menegaskan Kapolres Surabaya hingga berharap sepak bola ditiadakan di daerah Jawa Timur.
"Pemberangkatan suporter sangat meresahkan. Penjual-penjual dijarah, kejahatan meningkat," pungkasnya.
Rusdi mengaku klub bersalah melakukan pembiaran. Tim berpendapat klub harus tanggung jawab kedatangan Bonek ke bandung.
TPF akan memberikan rekomendasi kepada PSSI. "Ada empat rekomendasi dan tiga sudah kami berikan hari ini. Tiga rekomendasi tersebut adalah agar kasus ini dilanjutkan ke badan pengadilan PSSI, ada langkah-langkah konkrit pembinaan, dan banyak aturan yang tidak diketahui suporter," kilahnya.[boy]