INILAH.COM, Jakarta Peringkat negatif dari Pefindo tidak terlalu berimbas pada saham PT Matahari Putra Prima (MPPA). Namun, karena belum begitu likuid, ada baiknya investor mencermati dulu saham ini. Head of Research e-Trading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, status pengawasan kredit yang diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tidak berimplikasi signifikan terhadap saham MPPA.
Ia menilai pergerakan saham MPPA kadang tidak sejalan dengan kondisi fundamentalnya. Karena itu, meski sentimen dari Pefindo negatif, bisa saja saham ini bergerak positif, paparnya, kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (17/2).
Seperti diketahui, Pefindo menempatkan obligasi III/2009 MPPA senilai Rp 302 miliar dan Sukuk Ijarah II-2009 senilai Rp226 miliar yang berperingkat 'A+' pada 'Creditwatch' dengan implikasi negatif. Hal itu terjadi setelah penjualan PT Matahari Department Store (
LPPF) ke CVC Capital Partners (CVC) melalui Meadow Asia Company Ltd (MAC) senilai Rp7,2 triliun.
Pefindo mengungkapkan, creditwatch diberikan untuk mengindikasikan kemungkinan penurunan profil kredit MPPA setelah divestasi unit bisnis utama. Pefindo mengkhawatirkan arus cash MPPA akan terganggu, apalagi perseroan saat ini banyak melakukan ekspansi.
Betrand juga memaparkan, saham MPPA tidak terlalu likuid, terlihat dari selisih
bid dan
offer yang sangat besar. Lihat saja hari ini, dimana
bid berada di Rp1.100 dan
offer di Rp1.140. Karena itu, jika ada satu trader yang membeli 1 lot di harga atas atau bawah, akan langsung terefleksi pelemahan maupun penurunannya, imbuhnya.
Menurutnya, dengan kurang likuidnya saham ini, pasar agak kesulitan mencari batas psikologis secara teknis. Level
support-
resistance MPPA pun menjadi bias. Saya menganjurkan investor hindari dulu bermain Matahari. Saya rekomendasikan avoid untuk MPPA, ujarnya.
Lebih jauh Bertrand menjelaskan, mencermati saham ritel ini harus melihat sentimen market secara keseluruhan. Pasalnya, kenaikan saham MPPA ini sulit dideteksi, kecuali bertanya langsung kepada bandarnya.
Saham MPPA memang mengalami kenaikan sebesar Rp10 ke level Rp 1130 pada perdagangan sesi pertama. Penguatan disinyalir akibat positifnya sentimen market. Selain kenaikan demand yang lebih besar dari
supply-nya.
Namun, apa yang sebenarnya memicu permintaan tersebut, sangat sulit dideteksi. Kadang aksi beli dilakukan tanpa ada alasan khusus. Satu hal yang pasti, Matahari akan naik setelah adanya berita, setelah tidak ada beritanya, saham matahari akan stagnan, ulasnya. [ast/mdr]