inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Peringkat Pefindo Tak Goyang Saham MPPA

Headline
istimewa
Oleh: Ahmad Munjin
Rabu, 17 Februari 2010 | 13:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Peringkat negatif dari Pefindo tidak terlalu berimbas pada saham PT Matahari Putra Prima (MPPA). Namun, karena belum begitu likuid, ada baiknya investor mencermati dulu saham ini.
Head of Research e-Trading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, status pengawasan kredit yang diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tidak berimplikasi signifikan terhadap saham MPPA.
Ia menilai pergerakan saham MPPA kadang tidak sejalan dengan kondisi fundamentalnya. Karena itu, meski sentimen dari Pefindo negatif, bisa saja saham ini bergerak positif, paparnya, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (17/2).
Seperti diketahui, Pefindo menempatkan obligasi III/2009 MPPA senilai Rp 302 miliar dan Sukuk Ijarah II-2009 senilai Rp226 miliar yang berperingkat 'A+' pada 'Creditwatch' dengan implikasi negatif. Hal itu terjadi setelah penjualan PT Matahari Department Store (LPPF) ke CVC Capital Partners (CVC) melalui Meadow Asia Company Ltd (MAC) senilai Rp7,2 triliun.
Pefindo mengungkapkan, creditwatch diberikan untuk mengindikasikan kemungkinan penurunan profil kredit MPPA setelah divestasi unit bisnis utama. Pefindo mengkhawatirkan arus cash MPPA akan terganggu, apalagi perseroan saat ini banyak melakukan ekspansi.
Betrand juga memaparkan, saham MPPA tidak terlalu likuid, terlihat dari selisih bid dan offer yang sangat besar. Lihat saja hari ini, dimana bid berada di Rp1.100 dan offer di Rp1.140. Karena itu, jika ada satu trader yang membeli 1 lot di harga atas atau bawah, akan langsung terefleksi pelemahan maupun penurunannya, imbuhnya.
Menurutnya, dengan kurang likuidnya saham ini, pasar agak kesulitan mencari batas psikologis secara teknis. Level support-resistance MPPA pun menjadi bias. Saya menganjurkan investor hindari dulu bermain Matahari. Saya rekomendasikan avoid untuk MPPA, ujarnya.
Lebih jauh Bertrand menjelaskan, mencermati saham ritel ini harus melihat sentimen market secara keseluruhan. Pasalnya, kenaikan saham MPPA ini sulit dideteksi, kecuali bertanya langsung kepada bandarnya.
Saham MPPA memang mengalami kenaikan sebesar Rp10 ke level Rp 1130 pada perdagangan sesi pertama. Penguatan disinyalir akibat positifnya sentimen market. Selain kenaikan demand yang lebih besar dari supply-nya.
Namun, apa yang sebenarnya memicu permintaan tersebut, sangat sulit dideteksi. Kadang aksi beli dilakukan tanpa ada alasan khusus. Satu hal yang pasti, Matahari akan naik setelah adanya berita, setelah tidak ada beritanya, saham matahari akan stagnan, ulasnya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.