INILAH.COM, Jakarta - Pemegang obligasi Blue Ocean Resources menyetujui standstill agreement dengan PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO). Standstill agreement itu sudah efektif.
Sekretaris Perusahaan CPRO Albert Sebastian menjelasakan, dengan efektinya standstill agreement ini maka CP Prima berharap otoritas bursa segera membuka suspensi saham perseroan. "Standstill agreementnya sudah efektif dan kami mohon agar suspens saham CPRO dilepas," kata Albert hari ini.
Kondisi perpanjanga atau standstill selama 6 bulan atau mundur dari sebelumnya 28 Januari 2010. Dalam standstill agreement diatur bahwa elama periode standstill pemegang Notes tidak dapat melakukan suatu tindakan berupa mempercepat jatuh tempo pembayaran pokok sebesar US$325 juta, melakukan eksekusi atas jaminan dari Notes yang diberikan oleh BOR.
CP Prima atau pihak terkait lainnya sehubungan dengan Notes, serta melakukan segala langkah untuk memulai permohonan kepailitan atas BOR dan perseroan terhadap harga kekayaan BOR.
Blue Ocean Resources (BOR) menerbitkan Guaranteed Senio Secured Notes US$325 juta dengan libor 11%. Nah, BOR ini semua sahamnya dimiliki oleh CP Prima. Keterlambatan pembayaran bunga ini lantaran penurunan kinerja CP Prima dan ada serangan virus di tambak udang perseroan. [san/cms]