inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Warga Kampung Pulo Tetap Jalani Aktivitas

Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Dwifantya Aquina
Kamis, 18 Februari 2010 | 07:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Banjir kiriman dari Bogor kerap menjadi langganan bagi daerah Kampung Pulo, Jakarta Timur. Akan tetapi kebanyakan warga enggan pindah dari lokasi rawan banjir tersebut.

Selama bertahun-tahun mereka sudah tinggal disana dan terbiasa dengan situasi memprihatinkan tiap musim hujan ini. Ahmad contohnya, warga RT 05 RW 03 Kampung Pulo ini, sudah terbiasa menghadapi kondisi ini dan tidak terpengaruh dengan datangnya banjir kiriman dari Bogor.

Dengan hanya mengenakan celana pendek, ayah dua anak tersebut mengangkut beberapa perlengkapan dagangnya dari rumahnya yang sudah terendam setengah meter menuju gerobaknya.

"Kalau di Pintu Air Depok 2 meter, berarti rumah saya semeter. Kalau 2, 20 meter, berarti semeter lebih dikitlah," ujar Ahmad kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (18/2).

Bagi Ahmad dan warga Kampung Pulo lainnya, tidaklah sulit untuk mengetahui berapa ketinggian banjir yang akan merendam rumahnya. Mereka pun tak perlu rumus matematika atau sekolah khusus, dengan tinggal beberapa tahun di kawasan ini mereka bisa menguasainya.

Tidak hanya Ahmad, warga lainnya yang terpaksa harus bekerja pagi ini tenang-tenang saja. Dari rumah mereka membungkus baju dan celana dengan kantung plastik, sepatu mereka jinjing melewati gang sempit yang terendam sebatas lutut.

Begitu sampai di tempat kering mereka berganti pakaian, mengenakan sepatu lalu naik mikrolet. Mereka seolah tidak risau dengan air yang mungkin menenggelamkan rumahnya.

"Walaupun banjir kan anak istri masih butuh makan. Kali aja dapat rezeki bagus kita bisa pindah rumah," tandas Ahmad yang berprofesi sebagai pedagang mie ayam keliling ini.

Selain itu, di Posko Pengungsian yang menempati gedung bekas Bioskop Nusantara, pengungsi terus berdatangan. Hal ini disebabkan hujan gerimis mulai turun. Para pengungsi yang awalnya hanya berteduh di emperan toko akhirnya ikut bergabung berteduh di Posko.

Edi Patinama koordinator posko mengatakan jumlah pengungsi sudah mencapai 200 orang. "Yang masuk kita data dari RT dan RW, ini terkait dengan logistik yang akan dikirim. Rencananya nanti akan ada pembagian bubur kacang ijo dari PMI," ungkap Edi. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.