INILAH.COM, Jakarta - PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) ternyata telah menunjuk Haulihan Lokey, lembaga keuangan asal Hongkong sebagai penasihat keuangan spesialis restrukturisasi obligasi dengan obligor.
"Sejak Juli 2009 lalu, Haulihan Lokey yang berperan dalam mengkoordinasikan suatu dialog proaktif dengan para pemegang obligasi," kata Sekretaris Perusahaan CP Prima Albert Sebastian dalam keterangan resminya kepada INILAH.COM pagi ini.
Menurut Albert, dialog ini sudah dimulai pada Juli 2009 lalu, telah dilakukan secara terbuka dan konstruktif serta meliputi kunjungan ke lokasi-lokasi tambak CP Prima, sehingga pada ahli aquaculture yang ditunjuk oleh pemegang obligasi dapat secara langsung mengetahui situasi yang ditimbulkan oleh virus kembali.
"Suatu hasil penting dalam pembicaraan yang ebrkesinanbungan adalah dibuatnya standstill agreement suatu cara memebrikan kerangka kerja yang benar bagi dialig selanjutnya," katanya lagi.
Standstill agreement ini menegaskan, sepanjang CP Prima melaksanakan kewajibannya berdasarkan perjanjian, para pemegang obligasi tidak akan menyatakan wanprestasi alias event of default, meminta akselerasi atau percepatan pembayaran utang pokok US$325 juta atau melanjutkan tindakan pemulihan utang perseroan.
Perjanjian ini pun berlaku hingga 28 Juni 2010, ehingga pemegang obligasi dan CP Prima dapat melakukan pembicaraan mengenai otensi restrukturisasi obligasi sesuai dengan kesepakatan.Standstill agreement pun telah menjadi efektif dan 50% obligor setuju. [san/cms]