INILAH.COM, Jakarta - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) akan mengelar rights issue dengan saham yang ditawarkan 2.247.156.600 lembar seharga Rp100 per saham.
Dari hasil rights issue ini, CITA diharapkan bisa meraup dana hingga Rp224,715 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas perseroan tercantum rights issue ini menggunakan HMETD, di mana setiap pemegang satu saham pada 5 Maret 2010 dapat membeli satu saham baru dengan nilai Rp100.
Jika saham baru yang ditawarkan dalam rights issue tidak diambil seluruhnya oleh pemegang HMETD maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya. "PT Harita Jayaraya telah menyatakan kesiapannya untuk membeli sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham maksimum 2.247.156.600 lembar atau maksimum 100% dari rights issue itu," kata Direktur Utama CITA Citro Utomo, Kamis (18/2) kepada bursa.
Dana dari rights issue ini akan digunakan untuk membeli 75% atau setara dengan 431.250 saham milik PT Harita Jayaraya dalam PT Karya Utama Tambangiaya. Adapun transaksi
yang dilakukan antaran perseroan dengan PT Harita Jayaraya pada 30 Oktober 2009 lalu, nilai transkasi itu sekitar Rp224,250 miliar.
Saat ini, pemegang saham CITA adalah PT Surjaputra Inti Mulia sebanyak 215.089.600 saham (19,14%), Richburg Enterprise Pte Ltd sebanyak 243.467.600 saham (21,66%), Red Eastern Shipping & Mining Pte Ltd sebanyak 573.026.100 saham (51%) dan sisanya sebanyak 91.994.700 saham (8,2%) milik publik.
Rights issue Cita sudah mendapatkan izin dari Bapepam-LK. Jadi, perseroan dapat melakukan RUPS LB pada 22 Februari mendatang. [san/cms]