INLIAH.COM, Jakarta - PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) melaporkan pihaknya batal melakukan akuisisi atas PT Realitas Jaya Mandiri dan PT Masindo Artha Reosurces (MAR) karena kesepakatan keduanya belum tercapai.
"Karena tidak tercapainya kesepakatan lebih lanjut di antara pihak mengenai syarat-syarat pelaksanaan transkasi," kata Direktur Utama MIRA Wirawan Halim kepada bursa, Kamis (18/2).
Menurut Wirawan, MIRA dan para pemegang saham RJM dan MAR telah mengakhiri kesepakatan bersama yang telah dibuat dan ditandatangai oleh para pihak pada 18 Maret 2009 lalu mengenai akuisisi RJM dan MAR oleh perseroan.
MiRa dalam rencananya mengakuisisi 100% saham PT Realita Jaya Mandiri (RJM) dan PT Masindo Artha Resources (MAR) pada Kamis 19 Maret 2009, senilai US$40 juta. Perlu diketahui, MAR adalah pemegang kuasa pertambangan untuk lahan seluas 5.600 ha dan 4.400 ha di Musi Banyuasin. Sementara RJM adalah perusahaan pengelola usaha pertambangan batu bara seluas 1.598 ha di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Cadangan batu bara di tiga lahan ini diperkirakan lebih dari 100 juta ton.
Di balik perusahaan yang agresif ini ada nama keluarga Prananto yang menguasai mayoritas kepemilikan. Membicarakan keluarga ini tak bisa dilepaskan dari peran Djoni Prananto, yang mendirikan MIRA pada 1979. Djoni sendiri ayah dari Beni Prananto, Dirut MIRA saat ini. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !