inovasi portal berita
Sabtu, 4 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,995.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Prof Ron Chepesiuk

Korupsi Jadi Tantangan RI

Headline
Ron Chepesiuk
Oleh:
Jumat, 19 Februari 2010 | 02:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sepuluh tahun lebih, reformasi dan demokratisasi berlangsung di negeri ini. Dewasa ini, demokrasi Indonesia menghadapi masalah korupsi yang kronis.
Budaya korupsi di Indonesia sepertinya sudah berurat-akar di kalangan masyarakat, dari tatanan elite hingga ke akar rumput (grassroot). Korupsi telah menggrogoti struktur perekonomian negeri ini, kata Prof Ron Chepesiuk, lulusan Clark-Atlanta University, AS yang juga pengajar jurnalisme di UCLA (University of California, Los Angeles).
Berbadan gempal dan tegap, Fulbright Scholar di Universitas Paramadina itu tampak hangat berbincang dengan Achyanuddin (peneliti Freedom Foundation/PSIK Paramadina) dan Ahluwalia dari INILAH.COM, Kamis (18/2). Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana Anda melihat korupsi di Indonesia?
Saya bukan ahli Indonesia (Indonesianist), namun saya melihat korupsi adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi dalam pembangunan di negara ini. Namun saya masih optimistis bahwa masalah korupsi ini bisa diatasi, terlebih setelah dibukanya gerbang demokrasi, dimana seluruh elemen masyarakat madani dapat mengontrol jalannya pemerintahan.
Bagaimana peluang pemberantasan korupsi di Indonesia?
Indonesia masih lebih memiliki harapan dalam pemberantasan korupsi dibandingkan dengan Bangladesh. Saya juga melihat bahwa kondisi sosial masyarakat Indonesia tidak separah di Bangladesh ketika beberapa tahun lalu saya di sana, dimana korupsi itu banyak diberitakan media setempat.
Saya pernah menjadi profesor tamu di Universitas Chitagong, Dakka. Korupsi di Bangladesh lebih buruk dari Indonesia. Padahal Bangladesh jauh lebih miskin dari Indonesia.
Apa kesan Anda melihat masyarakat di Jakarta atau Indonesia umumnya?
Saya tidak menyangka kalau masyarakat Indonesia ternyata tidak seperti yang selama ini diberitakan oleh media internasional yakni masyarakat yang keras dan banyak teroris. Saya menganggap masyarakat Indonesia sebagai komunitas yang santun, dinamis, dan ramah.
Ternyata, orang Indonesia adalah orang yang santun, ramah, dan mudah bergaul dengan siapapun. Saya merasa betah tinggal di sini. Sebagaimana di kampus, orang-orangnya ramah, mahasiswanya cerdas dan ramah pula.
Saya kerasan di sini meski September ini jadwal saya sebagai Visiting Professor dan Fulbright Scholar berakhir, saya akan tinggal lebih lama di Indonesia dan baru tahun depan kembali ke Amerika.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.