inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Antisipasi Ancaman Bagi Pasar Lokal

RI Nego Ulang ASEAN China FTA

Headline
istimewa
Oleh: Yusuf Karim
Jumat, 19 Februari 2010 | 05:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Perjanjian perdagangan bebas Indonesia-China yang banyak ditentang berbagai pihak membuat pemerintah mawas diri. Hal ini ditandai dengan langkah pemerintah untuk melakukan pembicaraan ulang dengan pihak-pihak yang terlibat dengan perjanjian ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA).
Yang juga tidak kalah pentingnya adalah melakukan persiapan bagi pengusaha dan industri nasional tertentu yang akan terkena dampak langsung dari pemberlakukan ASEAN China FTA tersebut.
Deputi Menko Perekonomian Edy Putra Irawadi mengemukakan, pemerintah telah membentuk tiga tim teknis yang fokus pada pelaksanaan FTA dan strategi non tarif untuk percepatan penguatan industri nasional dalam menghadapi persaingan global.
Tugas tim adalah melakukan identifikasi dan analisis masalah/hambatan, koordinasi penyelesaian seta pemantauan dan evaluasi, ujarnya dalam rapat teknis mengenai langkah-langkah pengamanan FTA di kantor Menko Perekonomian, Kamis (18/2).
Sebenarnya pelaksanaan ACFTA bertujuan untuk menghilangkan pos-pos tarif yang menghambat perdagangan kawasan. Berdasarkan perjanjian ACFTA, jumlah produk yang dijadwalkan menjadi 0% pada 2010 adalah sebanyak 1.597 pos tarif sehingga jumlah tarif yang sudah menjadi 0% adalah 7.306 pos tariff.
Namun demikian berdasarkan masukan dunia usaha dan kajian pemerintah terdapat 228 pos tarif yang daya saingnya melemah dan diperkirakan penurunan tarif di 2010 berpotensi menganggu pasar domestik bagi industri yang bersangkutan. Pemerintah pun diminta melakukan penundaan pelaksanaannya.
Dalam pembicaraan ulang, Edy mengemukakan bahwa pemerintah yakni Kementerian Perdagangan telah meyampaikan surat kepada Sekjen ASEAN yang intinya adalah mengemukakan bahwa Indonesia tetap melaksanakan komitmen sesuai jadwal.
Juga menginformasikan bahwa sektor industri tertentu menghadapi ancaman pelemahan daya saing yang akan berdampak lebih luas. Pemerintah juga akan melakukan pembicaraan ulang dengan pihak-pihak yang terkadi dengan ASEAN China FTA.
Kita juga melakukan tiga strategi utama di antaranya penanggulangan isu-isu domestik untuk peningkatan daya saing global pengamaman pasar lokal dan penguatan ekspor, jelasnya.
Langkah-langkah yang diambil pemerintah idealnya tetap memperhatikan kepentingan pengusaha-pengusaha dalam negeri yang produknya akan berhadapan langsung dengan produk-produk China yang notabene berhaga jauh lebih murah. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.