INILAH.COM, Malang Pelatih Persebaya Surabaya mengkhawatirkan mental pemainnya jelang laga derby Jatim melawan Arema Indonesia pada lanjutan Indonesia Super League, Minggu (21/2).
Setelah menelan kekalahan 3-1 atas Persema Malang, Persebaya kembali harus menghadapi tim asal Malang lainnya, Arema, di Stadion Kanjuruhan. Pada laga di putaran pertama Bajul Ijo sukses mengalahkan Arema 2-0, namun kini situasinya berbeda.
Selain permainan Persebaya sedang menurun, Danurwindo mengaku anak asuhnya harus menghadapi lawan yang lebih berat pada pertandingan nanti, yakni suporter Arema, yang biasa dikenal Aremania.
Danur menilai Anderson da Silva dan kawan-kawan harus memiliki mental baja untuk bisa mengatasi tekanan suporter tuan rumah, yang terkenal fanatik jika mendukung Arema di kandang.
Mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut menganggap pertandingan Arema-Persebaya tak ubahnya pertandingan Persija melawan Persib. Danur mengatakan saat dirinya menangani Persija, timnya juga mendapat tekanan yang sangat besar dari suporter Persib, Viking.
Saya yakin Arema akan bermain agresif, apalagi ini di kandang mereka. Tentu mereka akan menekan kita. Tapi, kita akan cari jalan keluar untuk lepas dari tekanan mereka, ujar Danur seperti yang dilansir Berita Jatim.
Yang kita hadapi tak hanya Arema saja, tapi suporternya. Saya pernah mengalami itu ketika Persija lawan Persib. Mental sangat pengaruh, kalau ragu dan takut, mereka tidak akan bisa keluar tekanan, kilah Danur.
Mengomentari kemungkinan dirinya dipecat jika Persebaya kalah dari Arema, Danurwindo menegaskan, Saya tidak ada masalah. Saya profesional. Saya kerja 24 jam untuk tim. Saya hanya berpikir bagaimana Persebaya bisa main bagus. Buat saya itu biasa.[beritajatim/bow]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !