INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan transaksi marjin yang dicatatkan pada Januari naik dari Rp9,48 triliun menjadi Rp17,98 triliun karena January Effect.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Wan Wei Yiong mengatakan, investor lebih optimis pada awal tahun sehingga lebih banyak transaksi perdagangan saham baik reguler dan marjin. "January Effect sehingga investor lebih optimis dan transaksi pun menjadi lebih besar, tetapi tidak selalu seperti itu" ujar Yiong, Jumat (19/1).
Yiong mengatakan, tidak ada faktor lain yang mempengaruhi transaksi marjin pada Januari 2010, meskipun dari daftar saham marjin berkurang dua.
Seperti diketahui, total transaksi marjin di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Januari 2010 tercatat naik 90,75 persen dibanding Desember 2009 menjadi Rp17,98 triliun dari sebelumnya Rp9,45 triliun. Sementara itu, total transaksi perdagangan saham sepanjang Januari 2010 naik 19,81 persen menjadi Rp 157,6 triliun,
Berdasarkan data total transaksi perdagangan saham yang diterima INILAH.COM Kamis lalu, transaksi marjin mengontribusikan 11,41 persen dari total perdagangan saham periode Januari 2010. Sedangkan, kontribusi transaksi reguler terhadap total transaksi saham turun 4,24 persen, atau menjadi 88,59 persen dari sebelumnya 92,83 persen.
Sepanjang Januari 2010, transaksi beli saham marjin tercatat sebesar Rp8,74 triliun, naik 91,48 persen dibanding Desember 2009 Rp4,57 triliun.
Selain itu, transaksi jual saham marjin melesat 90 persen menjadi Rp9,23 triliun dari sebelumnya Rp4,86 triliun.
Transaksi beli marjin Januari 2010 mengontribusi 11,09 persen dari total transaksi saham, naik dari Desember 2009 yang hanya 6,94 persen. Sedangkan, transaksi jual mencatatkan 11,73 persen, tumbuh dari sebelumnya 7,39 persen. Sementara itu, total transaksi reguler pada Januari 2010 tumbuh 14,34 persen menjadi Rp139,62 triliun pada Januari 2010, dibanding Desember 2009 Rp122,11 triliun. [cms]