Minggu, 27 Mei 2012 | 15:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Bakal Revisi SBI di APBN-P 2010 Jadi 7%
Headline
Sri Mulyani Indrawati - Inilah.com
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Jumat, 19 Februari 2010 | 14:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kementrian Keuangan berencana untuk mengubah asumsi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan menjadi 7% dalam APBN-P 2010.

Selain perubahan SBI tersebut, Kementrian Keuangan juga akan mengajukan perubahan asumsi makro lainnya yaitu harga minyak, dan target inflasi. "Harga minyak mungkin kita turunkan sedikit, kemarin kan antara US$75-80, kita akan gunakan, US$77 per barel. Inflasi kita akan 5,7 sampai maksimalnya 6 persen, SBI-nya 7 persen," papar Menkeu Sri Mulyani Indrawati di kantornya, Jumat (19/2).

Sementara untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Menkeu menyatakan masih belum akan melakukan perubahan. "Nilai tukar asalnya nggak berubah ya, berapa ya kemaren, rasanya nggak berubah dari yang waktu di Menkeu kemarin, sekitar 9.300-9.400," ujarnya.

Perubahan tersebut, menurut Menkeu, dilakukan atas acuan keadaan ekonomi global yang mulai pulih dan berimbas pada harga komoditas. "Dulu kan over shoot ke angka US$80 itu terlalu cepat, dari US$70, tiba-tiba ke US$80 loncat. Jadi yang US$77 itu agak tepat yang dianggap tidak terlalu tinggi over shoot, tapi juga cukup tinggi, untuk bisa meng-capture perubahan harga minyak," ujarnya.

Sementara untuk inflasi, perubahan yang dilakukan berdasarkan pernyataan BI yang melihat adanya risiko inflasi. "Karena kemarin ada statement dari BI yang mengatakan mereka melihat risiko lebih pada 5 plus 1 pada upper end, maka kita juga melakukan evaluasi," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam APBN 2010, inflasi ditargetkan 5%, nilai tukar rupiah 10.000, harga minyak US$65 per barel, SBI 3 bulan 6,5%, dan pertumbuhan ekonomia 5,5%.

Dengan adanya perbahan asumsi tersebut, menkeu melanjutkan, akan berdampak pada penerimaan negara hingga berkisar Rp9 triliun. "Ada, sangat ada pengaruhnya ada sekitar Rp9 triliun kalau gak salah, dari harga minyak dan dari perubahan dari kurs itu terhadap inflasi," ujarnya.

Selain adanya penambahan, menkeu juga mengatakan akan ada pengurangan, namun sayangnya ia tidak menjelaskan secara detil terkait perubahan asumsi tersebut. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.