INILAH.COM, Malang Arema Indonesia berhasil menuntaskan dendam atas Persebaya Surabaya dengan mengalahkan Bajul Ijo 1-0 pada lanjutan Indonesia Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (21/2).
Persebaya sebenarnya mampu tampil hebat hampir selama 90 menit. Tim besutan Danurwindo ini berhasil membuat serangan Arema yang dibangun oleh Noh Alam Shah dan Roman Chmelo menjadi sia-sia.
Malapetaka bagi Persebaya datang pada menit ke-89 setelah wasit memberikan hadiah tendangan penalti kepada Arema. Tuan rumah mendapat hadiah tendangan penalti setelah kapten Persebaya Anderson da Silva dianggap melakukan pelanggaran terhadap M Ridhuan.
Para pemain Persebaya sempat melakukan protes atas penalti tersebut. Pasalnya, mereka menganggap Ridhuan melakukan diving saat mendapat tantangan dari Anderson.
Meski begitu penalti tetap diberikan wasit Olehadi, dan kapten Arema Pierre Njanka berhasil melakukan eksekusi penalti dengan baik. Gol Njanka disambut puluhan ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan.
Dengan kemenangan ini Arema semakin kokoh di puncak klasemen sementara ISL dengan 45 poin. Unggul sembilan poin atas Persipura Jayapura di posisi kedua. Persebaya sendiri masih tertahan di posisi ke-12 dengan 25 poin.
Jalannya Pertandingan:
Babak pertama
Di babak pertama, kedua tim menyuguhkan pola permainan dinamis dan tingkat penetrasi sangat tinggi. Pola permainan menarik itu terutama diperlihatkan pemain-pemain Arema pada 35 menit pertama.
Sepanjang 35 menit pertama itu, pemain Arema Indonesia menekan dan lebih banyak mengurung lini pertahanan Persebaya digalang Nugroho M dan pemain lainnya. Untungnya, kesiapan fisik, teknik, strategi, dan mental pemain Persebaya cukup bagus. Sehingga gawang Bajul Ijo tak sampai kebobolan di babak pertama.
Baru pada 10 menit terakhir, pemain Green Force bisa keluar dari tekanan keras pemain Arema. Sejumlah tembakan jarak jauh ke gawang Arema Indonesia dilesatkan pemain tengah dan depan Persebaya, tapi satu pun gol tercipta.
Babak kedua
Di babak kedua Arema berusaha mengambil inisiatif serangan. Pelatih Arema Robert Rene Albert berusaha memfokuskan serangan melalui Ridhuan di sayap kanan. Hasilnya beberapa kali pemain tim nasional Singapura tersebut berhasil menusuk pertahanan Arema.
Peluang terbaik Arema didapat Ridhuan pada menit ke-80. Setelah menerima umpan silang Noh Alam Shah, Ridhuan, yang berdiri bebas di depan gawang Persebaya, sukses melepaskan tendangan keras. Sayang, tendangannya masih bisa diantisipasi kiper Persebaya Syaefudin.
Pertahanan Persebaya tampil kokoh hingga akhirya wasit Olehadi memberikan penalti pada menit ke-89 setelah Ridhuan dilanggar Anderson. Penalti dengan mulus dilakukan Pierre Njanka untuk membawa Arema menuntaskan dendam setelah dikalahkan 2-0 pada laga pertama di Surabaya.[beritajatim/bow]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !