INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank Sulut) akan melakukan Initial Publik Offering (IPO) sebesar 40% di tahun ini. Pada April mendatang akan disampaikan dalam RUPS.
"Kita persiapkan IPO pada tahun ini, kira-kira 40 persen. Akan dibahas lebih lanjut pada RUPS April mendatang," ujar Direktur Utama Bank Sulut, Jeffry J. Wuringan di Jakarta Senin (22/1).
Ia mengatakan rencana IPO tersebut telah dibahas sejak dua tahun yang lalu. Pemerintah Daerah Sulut selaku pemegang saham telah memberikan lampu hijau terhadap rencana tersebut. "Itu sudah dibunyikan sejak dua tahun lalu, Pemda sudah setuju. Yah paling jelek diterbitkannya pada semester dua," katanya.
Jeffry menjelaskan, hasil IPO tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan ekspansi perusahaan. Pasalnya pembangunan Sulut terbilang pesat sehingga membutuhkan banyak pembiayaan.
Terkait target kredit tahun ini, Jeffry mengatakan pihaknya menargetkan kredit akan tumbuh sebanyak Rp1 triliun. Hingga tahun 2009 total outstanding kredit bank Sulut telah mencapai Rp2,2 triliun.
Bank Sulut tetap akan fokus pada kredit UMKM. Kredit UMKM memiliki porsi sebesar 10 % dari total kredit perusahaan. Pertumbuhan kredit Bank Sulut sendiri tiap tahunnya sebesar 20-25%. [hid]