INILAH.COM, Jakarta - Saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) saat ini masih terus tertekan Rp200 ke Rp8.400. Sektor telekomunikasi masih sepi sentimen sehingga cenderung turun.
Menurut analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi, saat ini asing sedang memburu sektor pertambangan dan perbankan. Jadi saham sektor lain dilepas terlebih dahulu. "Asing masih mengoleksi pertambangan dan perbankan karena minyak dunia masih naik sekarang saja menyentuh level US$80$/barel," katanya kepada INILAH.COM Senin (22/2).
Namun saham TLKM masih berpotensi naik. Sebab dana asing masih banyak masuk ke pasar. Pada pekan lalu posisi asing membukukan net buy Rp635 miliar sedangkan yang menjual hanya Rp67 miliar. "Posisi sekarang masih tetap bagus, disamping itu masih sepi rumor sekotar telekomunikasi," jelasnya.
Pada pukul 15.00 WIB saham TLKM turun Rp200 ke Rp8.900 dengan volume 39.102 unit saham senilai Rp165,3 miliar sebanyak 1.891 kali transaksi. Hari ini saham TLKM dibuka di level 8.650 sebagai titik tertinggi dan terendah di level 8.350. Saham TLKM sempat menyentuh level 9.000 namun pelan-pelan turun hingga level sekarang dan belum berbalik arah lagi. [hid]