Senin, 28 Mei 2012 | 23:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mengapa Amien Rais Dorong PAN Bersikap Berani?
Headline
Amien Rais - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahluwalia
web - Senin, 22 Februari 2010 | 18:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bukan Amien Rais jika tidak berani bicara kebenaran dan berbuat demi kepentingan rakyat. Kali ini, Amien meminta Fraksi PAN di DPR tidak memble dalam membuat kesimpulan akhir di Pansus Hak Angket Bank Century. Amien minta kesimpulan PAN lebih maju. Jadi PAN perlu berani menyebut siapa yang bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.

Para analis politik melihat Amien Rais khawatir jika PAN bersikap lunak atau kompromistis dalam Century Gate, maka pada Pemilu 2014, perolehan suara PAN bakal jeblok.
"Kasus Century sudah menjadi konsumsi publik dan sedang disorot publik. Rakyat tahu semua apa yang terjadi, sehingga jika ada parpol yang berkhianat atau bersikap tidak konsisten, maka parpol itu akan didemo dan tak akan dipilih lagi," kata pengamat politik Aris Mundayat, dosen pasca sarjana Universitas Gadjah Mada.

PAN termasuk yang bersikap moderat dalam kasus Bank Century. Fraksi PAN di parlemen tampaknya masih meleng kanan meleng kiri untuk melihat situasi. Bagi PAN, ini dilematis. Kalau PAN bersikap kritis, maka PAN khawatir posisi Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa di kabinet terusik.
"Sementara kalau PAN tidak bersikap tegas dan transparan dalam soal Century, maka suara PAN bisa jeblok atau merosot dalam Pemilu 2014," kata Aris Mundayat.
Dalam pandangan awal Fraksi PAN termasuk yang setuju terjadi penyimpangan dalam proses merger dan bail out Bank Century. Namun dalam pandangan soal aliran dana bank, PAN tidak menyampaikan pandapatnya.

Tjatur Sapto Edy yang saat itu menjadi jubir PAN menegaskan, sikap PAN akan dibacakan langsung dalam pandangan akhir. Sikap PAN ini membuat berbagai kalangan bertanya-tanya, apakah partai ini sudah berubah sikap atau belum.

"Saya sudah bicara dengan Mas Tjatur dan Mas Abnan (ketua Fraksi PAN Abnan Abnur), supaya pendapat Fraksi PAN di awal itu ditambah lagi dengan data yang lebih kuat lagi. Bukannya mundur, tetapi lebih maju lagi," kata Amien

Saat pansus mulai bekerja, Amien sempat meminta Sri Mulyani dan Boediono dinonaktifkan terlebih dahulu dari jabatannya sebagai menteri keuangan dan wakil presiden. Namun saat itu banyak yang marah kepadanya karena langsung mengambil kesimpulan terhadap dua orang yang terlibat dalam proses penyelamatan bank itu.

"Kenapa saya langsung loncat kepada kesimpulan secepat itu, karena saya sudah membaca data awal yang disuplai dari teman-teman, sebagian dari BPK, juga dari teman-teman ekonom yang mengikuti kasus ini dari dekat," katanya.

Namun ternyata kesimpulan itu benar bahwa dua orang inilah yang paling bertanggung jawab atas penggelontoran Rp6,7 triliun. "Ini berarti PAN harus berani menyebut nama-nama yang harus bertanggung jawab," ujar Amien. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
FERRY
Senin, 22 Februari 2010 | 20:43 WIB
LEBAY BANGET LO AH MIN...GA CAPE YA JADI PROVOKATOR
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.