inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BlackBerry CDMA Kian Bersemi di 2010

Headline
Istimewa
Oleh: Budi Winoto
Selasa, 23 Februari 2010 | 13:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta Operator di 2010 makin banyak yang menawarkan BlackBerry CDMA. Meski telat, BlackBerry CDMA diyakini mampu bersaing, karena di negara maju lebih favorit ketimbang GSM.
Division Head Core Product & Branding Smart Telecom Ruby Hermanto mengakui BlackBerry CDMA yang ditawarkannya masih kalah populer dari GSM. Apalagi baru dijajakan sekitar lima bulan, stok handset yang yang terbatas dan minimnya kampanye sehingga Blackberry Smart masih kalah bersaing dengan BlackBerry GSM.
Tapi bulan Maret akan ada re-launch produk BlackBerry Smart. Operator CDMA yang mendapatkan izin menjual BlackBerry pertama kali adalah Smart, maka masih kalah pamor dengan Gemini misalnya (yang berjalan di GSM), kata Ruby di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan pemakai BlackBerry GSM di Indonesia bisa lebih banyak karena memang lebih dulu masuk daripada CDMA. Namun hal itu hanya masalah urutan waktu saja. Seperti di Amerika, yang lebih dulu masuk adalah CDMA, sehingga berkembang lebih cepat. Negara lain Jepang dan Korea juga sama dengan Amerika.
BlackBerry itu kan sebenarnya digunakan untuk layanan data seperti chatting, browsing, Facebook, maupun email, semuanya bentuk data. Teknologi yang dirancang untuk keunggulan layanan data adalah pada kanal CDMA, bukan GSM. CDMA merupakan favorit di negara maju yang membuktikan sebenarnya unggul dalam basis layanan data, ujarnya.
Ia menjelaskan kelebihan jaringan CDMA adalah pada kualitas streaming videonya, karena jika menggunakan GSM bisa putus-putus. Sementara BlackBerry CDMA mengusung teknologi EVDO (evolution data only) yang setara dengan HSDPA di GSM yang otomatis akan sangat bagus untuk akses internet. Untuk strategi memperkuat BlackBerry kami akan berusaha menyasar pasar yang tepat, itu kuncinya, tegas Ruby.
Sementara bagi operator yang memiliki jaringan GSM dan CDMA, BlackBerry CDMA masih sebagai pelengkap layanan. BlackBerry CDMA Indosat sebagai pelengkap pasar BlackBerry milik Indosat, yang utama tetaplah GSM, kata Guntur S Siboro, Chief Marketing Officer Indosat.
Guntur mengakui basis layanan data adalah memang CDMA, karena teknologi ini sangat kuat memberikan dukungan kepada layanan data. Oleh karena itu sangat tepat jika BlackBerry CDMA dijajaki di Indonesia layaknya di Amerika.
Indosat sejak 2009 lalu sudah merencanakan meluncurkan BlackBerry CDMA, yang membuat lama sehingga benar-benar bisa dinikmati adalah sistem inject StarOne yang dipasang di dalam BlackBerry, kata Guntur.
Ia menambahkan pihaknya akan mengandalkan kualitas jaringan yang luas di seluruh Indonesia. Oleh karena itu BlackBerry CDMA Indosat ditargetkan bisa dinikmati secara luas oleh pengguna BlackBerry CDMA di pelosok Tanah Air.
Sementara pemain besar di layanan CDMA, Esia masih pikir-pikir untuk menggelar BlackBerry. Saya memandang bagus ide kreatif operator CDMA yang menawarkan layanan BlackBerry, tetapi saat ini pelanggan masih mencari solusi handset murah yang sebenarnya paling banyak dicari, ujar Ridzki Kramadibrata, EVP Marketing, Product & CRM Bakrie Telecom.
Lalu apakah Esia akan menawarkan layanan BlackBerry? Ridzki mengatakan tergantung perkembangan pasar CDMA. Selain itu, Esia melihat apakah layanan tertentu benar-benar connected terhadap pelanggan, dalam arti diminati secara serius oleh pelanggan atau tidak.
Ia beralasan jika ada operator yang meluncurkan BlackBerry CDMA, tetapi tidak dibekali layanan nilai tambah lain, maka akan sulit membuat diferensiasi. Terus terang jika ingin mencari layanan BlackBerry itu di GSM, jadi jika tidak ada nilai tambah yang benar-benar spesial maka akan sulit untuk bersaing, ujar Ridzki.
Nilai tambah layanannya di mana? operator harus bisa melihat bagaimana peluang pasar, cara masing-masing yang khas dijalankan secara kreatif dan berbeda. Jika berbicara BlackBerry, maka yang diunggulkan adalah layanan data dan aplikasinya harus ada sesuatu unik yang berbeda, timpalnya.
Ridzki tidak menyebut CDMA lebih pas dibandingkan GSM. Namun CDMA secara teknologi lebih siap untuk membawa trafik data. Tapi layanan data menjadi tidak familiar di CDMA, karena lisensi CDMA di Indonesia diberikan lisensi fix-wireless-access yang berbasis kota, kata Ridzki. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.