INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA), Selasa (23/2) berpotensi melanjutkan pelemahan. Namun bukan berarti tak punya potensi apalagi ada peluang ekspansi. Analis Pacific 2000 Securities, Mohammad Arif mengatakan, sentimen negatif masih mewarnai saham PT Matahari Putra Prima (
MPPA). Hal ini dipicu berlanjutnya rencana penjualan 90,76% saham anak perusahaan, PT Matahari Department Store (
LPPF) ke Meadow Asia Company (MAC).
Alhasil, hari ini emiten tersebut masih akan melemah, katanya kepada
INILAH.COM. Menurutnya, penjualan anak usahanya ini merupakan indikasi negatif bagi kestabilan kondisi kas perseroan. Hal ini mengingat posisi LPPF sebagai kontributor
earning sales tertinggi untuk pemasukan Matahari, dibandingkan anak perusahaan lain.
Seperti diketahui, total penjualan Matahari
full year 2009 mencapai Rp13,8 triliun, naik 15% dibandingkan 2008 sebesar Rp12 triliun. Peningkatan ditopang pertumbuhan 2 unit bisnis yaitu Department Store yang tumbuh sekitar 16,1% dengan kontribusi Rp6,9 triliun dan Matahari Food Business yang melonjak 23% dengan kontribusi hingga Rp6,5 triliun.
Tahun ini, MPPA menganggarkan belanja modal sebesar Rp1 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk ekspansi. Kebutuhan investasi tersebut akan didanai dari kombinasi kas internal dan hasil emisi obligasi.
Arif menilai, pertumbuhan Matahari itu separuhnya atau 50% berasal dari LPPF. Penjualan anak usahanya itu dikhawatirkan akan membawa tekanan pada keuangan Matahari untuk jangka panjang. Pasar mengkhawatirkan situasi ini, meski di sisi lain MPPA mendapatkan dana yang besar, ucapnya.
Keputusan ini juga dinilai Arif cukup riskan. Tak heran, bila investor saat ini sudah mulai mempertanyakan alokasi dana Rp7,16 triliun dari transaksi dengan Meadow Asia tersebut. Mereka ingin tahu berapa persen yang akan digunakan untuk ekspansi dan berapa persen yang akan dibayarkan sebagai dividen, paparnya.
Di sisi lain, analis pasar modal Bambang Haryo mengatakan, besarnya dana perolehan itu akan baik untuk MPPA, terutama jika digunakan untuk berekspansi. Ia pun menilai, jika ada tekanan pada saham Matahari, itu hanya disebabkan ambil untung oleh investor, yang dipicu kabar pelepasan LPPF ke MPPA.
Pasar memang mengkhawatirkan tekanan pada pendapatan MPPA, katanya. Bambang optimistis, jika dananya digunakan untuk berekspansi, MPPA bisa menjadi lebih kuat. Matahari bisa menjadi peritel yang lebih kuat dalam berkompetisi.
Sebab perusahaan bisa lebih fokus, karena telah memisahkan kinerja departemen store dengan bisnis makanan dan minuman. Perusahaan ini bisa lebih kuat di sektornya, pungkasnya.
Pada perdagangan Senin (22/2) MPPA ditutup turun Rp50 (4,6%) ke Rp1.030, dengan intraday Rp1.120 dan Rp1.030. Emiten ini mencatatkan volume penjualan sebesar 723 lembar saham, senilai Rp395 juta dengan frekuensi 61 kali. [ast/mdr]