INILAH.COM, Gaza City - Salah satu faksi Palestina yang menguasai Jalur Gaza, Hamas, mendesak Uni Eropa untuk memasukkan Israel dalam daftar negara pendukung terorisme. Mengapa?
"Kami mendesak Uni Eropa (EU) memasukkan Israel ke dalam daftar negara yang mendukung terorisme terorganisasi. Sebab negara itu membahayakan perdamaian internasional," kata kelompok pejuang garis keras Palestina itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (23/2).
Hamas sendiri disebut EU dan AS sebagai sebuah organisasi teroris. UE sebelumnya mengungkapkan amarah atas pembunuhan komandan Hamas Mahmud Al Mabhuh. Pendiri sayap bersenjata Hamas itu ditemukan tewas di kamar hotelnya di Dubai pada 20 Januari.
Ada dugaan penggunaan paspor palsu EU dalam pembunuhan itu, yang kemudian dituduhkan pada badan intelijen Israel, Mossad. Menlu Israel Avigdor Lieberman menekankan, tidak ada bukti negara Yahudi itu mendalangi pembunuhan.
Polisi Dubai, yang menuduh Mossad terlibat, mengeluarkan nama dan foto 11 tersangka yang memasuki Uni Emirat Arab dengan paspor Eropa. Enam dari Inggris, tiga Irlandia, satu Jerman dan satu Perancis. Pemilik aslinya adalah orang-orang dengan kewarganegaraan ganda yang tinggal di Israel dan terkejut karena mereka dikaitkan dengan kasus pembunuhan tersebut.
Hamas hingga kini masih terlibat dalam konflik dengan Israel, yang menarik diri dari wilayah pesisir Gaza pada 2005 namun tetap memblokirnya. Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !