Minggu, 27 Mei 2012 | 15:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Transaksi Bursa Susut Tunggu Penyelesaian Kasus Century
Headline
Erry Firmansyah - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Agustina Melani
web - Selasa, 23 Februari 2010 | 12:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kasus Century masih menjadi faktor investor untuk berinvestasi di Indonesia. Investor masih menunggu dan melihat seberapa jauh penyelesaian kasus Century.

Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan, pada dua bulan ini transaksi perdagangan di bursa menyusut. Transaksi perdagangan di bursa sekitar rata-rata Rp3,8 triliun.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi global belum tumbuh dan faktor domestik terkait masalah politik. "Investor masih menunggu dan melihat sejauh mana penyelesaian kasus Century dan minggu depan sudah terlihat hasilnya. Diharapkan politik dan ekonomi stabil akan ekonomi bisa tumbuh," ujar Erry dalam seminar bertema 'Economic Outlook 2010' yang diselenggarakan oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen di Jakarta, Selasa (23/2).

Chariman of Strategic Advisory of Ancora Capital Pte Ltd Arifin Siregar mengatakan mindset investor yang memiliki portofolio saham dan obligasi lebih berinvestasi dalam jangka pendek. Selain itu, investor luar negeri juga dalam berinvestasi melihat makro ekonomi, track record ekonomi Indonesia, suku bunga acuan dan nilai tukar rupiah. Investor asing percaya makro ekonomi Indonesia cukup bagus.

Namun, masalah politik seperti kasus Century yang terus berlangsung menjadi perhatian investor asing. Hal ini mempengaruhi investasi dalam jangka pendek. Investor asing menunggu hasil penyelesaian kasus Century. "Penyelesaian kasus Century tidak memuaskan maka bisa menjadi faktor investor untuk berinvestasi. Bila hasilnya memuaskan maka dana pensiun dan manajer investasi akan menanamkan investasi dalam jangka pendek," kata Arifin.

Erry berharap, Indonesia bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Investor masih melihat emerging market termasuk Indonesia masih menarik. "Kondisi politik dan ekonomi harus tetap terjaga karena tidak terlepas dari makro ekonomi dunia dan domestik," tambah Erry. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.