INILAH.COM, Surabaya - Cemburu membuat Sulisdi gelap mata. Pria 31 tahun ini membacok pria yang dekat dengan istrinya. Akibat perbuatan Sulisdi ini, korban Mubarok mengalami luka bacok di kepala.
Korban pun sempat menjalani perawatan di Poliklinik Polwiltabes Surabaya. Sementara Sulisdi yang tinggal di Sambisari RT 03/RW 03, Lontar ini, harus mendekam di tahanan Polsek Sukomanunggal.
Kapolsek Sukomanunggal AKP Eusebia Torimtubun mengatakan, penganiayaan berat ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di depan pabrik Wangta Agung Jalan Simo Pomahan Baru. "Waktu itu korban menjemput istrinya yang kerja di pabrik sepatu Wangta Agung di Simo Pomahan," papar Sebi, Selasa (23/2).
Selanjutnya, korban membonceng Kusrini, istrinya dengan mengendarai motor. "Namun baru beberapa meter dari pabrik, motor korban dihadang pelaku. Selanjutnya pelaku memukul wajah korban," terangnya.
Mendapat pukulan ini, korban turun dari motornya. Selanjutnya korban mendatangi pelaku. Namun belum sempat bertanya, pelaku kembali memukul korban. "Setelah pukulan itu, korban berniat kabur. Tapi pelaku langsung mengambil celurit dan membacokkan ke kepala korban," terang Sebi.
Bacokan ini membuat korban tersungkur dengan kepala berdarah. Dengan kepala berdarah, korban berusaha lari. Melihat hal ini, Sulisdi langsung melempar kunci pas ke kepala korban.
Warga sekitar dan buruh pabrik tak berani melawan pelaku. Warga memilih melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukomanunggal. "Untungnya warga cepat melapor ke kita. Sehingga anggota cepat menangkap pelaku. Seandainya terlambat 20 menit saja, pelaku pasti sudah kabur," ungkap Sebi.
Kepada penyidik, Sulisdi mengaku membacok korban lantaran cemburu. "Dia sering ngobrol sama istri saya. Dan kelihatannya dekat. Saya pikir dia itu selingkuhan istri saya," kata bapak 2 anak ini.
Sulisdi ini mengakui kalau hubungan dengan istrinya kurang harmonis. "Saya akui sejak 2 bulan lalu, saya dan istri kurang harmonis. Dan saya pikir dia itu yang membuat hubungan kita jadi gak harmonis," katanya.
Sejak hubungan keluarga Sulisdi kurang harmonis. Istri pelaku yang membuka warung di depan pabrik Wangta Agung ini sering curhat ke korban. Seringnya istri pelaku curhat ke korban membuat keduanya dekat.
Dan mungkin kedekatan ini diketahui pelaku yang menduga istrinya selingkuh dengan korban. "Karena menduga istrinya selingkuh itulah, pelaku ini membacok pria yang dekat dengan istrinya," kata Sebi. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !