INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian MS. Hidayat bersama Menneg BUMN Mustafa Abu Bakar mendatangi Gedung Bank Indonesia (BI) untuk membicarakan penurunan suku bunga industri perbankan.
"Ada undangan dari Gubernur (BI) bersama dengan Menperin untuk membicarakan perbankan nasional. Kami juga ingin membicarakan upaya langkah-langkah strategis untuk meringankan suku bunga bank yang banyak dikeluhkan dunia usaha," ujar Mustafa sebelum memasuki Gedung Thamrin BI, Rabu (24/2).
Mustafa mengatakan, pihaknya dan Kementerian perindustrian berharap agar bank-bank pemerintah dan swasta secara bersama-sama dapat mengurangi beban bunga atau menurunkan suku bunga kreditnya. "Kita harapkan bank swasta seiring semua dalam koordinasi BI untuk dapat berupaya secara bertahap suku bunga diringankan," katanya.
Mustafa mengharapkan suku bunga perbankan nantinya dapat lebih rendah 1-2% dari suku bunga yang ada saat ini. Dengan begitu dunia usaha dapat lebih kompetitif karena cost of fund dapat dikurangi. "Kita lihat cost of fund dalam komponen biaya produksi cukup tinggi. Kita dalam era ACFTA kelihatannya peningkatan kompetitifness sangat penting, salah satu adalah faktof cost of fund," jelasnya.
Selain itu, lanjut Mustafa, dalam pertemuan itu nantinya kemungkinan juga sedikit menyinggung mengenai Single Prensent Policy. Diharapkan ada konsep altenatif dari usulan penundaan tersebut. "Kita melihat bagaimana kalau empat bank pemerintah kalaupun tidak ada pengecualian, kami harap ada penundaan, lebih bagus bisa review ada konsep alternatif," tukasnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !