INILAH.COM, Kairo - Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu, mendesak UNESCO menyelidiki keputusan Israel untuk memasukkan tempat suci Islam ke dalam daftar warisannya.
"Kami mengadakan kontak diplomatik, terutama dengan UNESCO untuk mengajukan rancangan pernyataan guna menghadapi praktek Israel," kata pemimpin OKI tersebut, Kamis (25/2).
Ihsanoglu meminta UNESCO serta para dubes negara Arab dan Islam agar menyelenggarakan pertemuan untuk menyelidiki perbuatan Israel. Termasuk saat memasukkan Al Haram Al Ibrahimi dan Makam Rachel, yang oleh umat Muslim dikenal sebagai Masjid Bilal, ke dalam daftar tempat warisannya.
Awal pekan ini, PM Israel Benjamin Netanyahu menyetujui satu deklarasi pemerintah Israel, yang menganggap Makam Rachel (Masjid Bilal) di Bethlehem dan Al Haram Al Ibrahimi di Al Khalil sebagai tempat Yahudi yang suci bagi umat Muslim dan Yahudi.
Kantor berita Petra melaporkan, Jordania mengutuk rencana Israel mencaplok tempat bersejarah yang berada di Tepi Barat ke dalam daftar warisannya.
"Jordania menolak tindakan sepihak Israel ini. Kebijakan Israel yang juga berusaha mengubah lambang agama dan sejarah di lapangan di wilayah pendudukan ditolak dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional," kata Meneg Urusan Media dan Informasi Nabil Sharif.
Jordania dan Israel menandatangani kesepakatan perdamaian pada 1994. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Israel mengakui hak Kerajaan Arab itu untuk mengawasi tempat suci umat Muslim dan Kristiani di wilayah yang berada di bawah wewenang Palestina. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !