INILAH.COM, Beijing - Meski tahun lalu, General Motors (GM) sudah resmi menandatangani penjualan Hummer kepada Tengzhong Heavy Industrial Machinery Company, namun pemerintah China belakangan tidak memberikan persetujuan.
General Motors, hari ini (Kamis 25/2) mengumumkan, penjuaalan Hummer kepada Tengzhong tidak mencapai kesepakatan seperti yang sudah ditandatangani kedua belah pihak karena pemerintah China tidak setuju Tengzhong membeli Hummer.
"Dengan demikian, Hummer kembali ke pangkuan GM," ujar John Smith, Wakil Presiden GM yang menangani Perencanaan dan Aliansi Perusahaan.
GM, menurut Smith, kecewa karena transaksi ini tidak bisa dilanjutkan. GM secara spesifik telah mencantumkan sejumlah pasal penting dalam perjanjian, seperti ownership of the brand (kepemilikan merek), trademark, hingga specifik IP (intellectual property) license rights.
Tengzhong, yang akar bisnisnya adalah perusahaan tambang dan bahan bangunan, sebelumnya telah memilah investasi untuk pembelian Hummer. [Tom]